Kota Semarang Catat Cakupan JKN Tertinggi di Tanah Air
SEMARANG[NuansaJateng] – Kota Semarang mencatat capaian gemilang dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Semarang hingga November 2025, cakupan kepesertaan telah menembus 99,88% dari total penduduk.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy mengatakan angka tersebut jauh melampaui target nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“RPJMN menargetkan cakupan kepesertaan 98% dan keaktifan 80%. Semarang sudah melampaui keduanya, dengan keaktifan peserta mencapai 85%,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi kuat antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Semarang melalui implementasi Universal Health Coverage (UHC). Program ini menjamin masyarakat tetap memperoleh perlindungan kesehatan, bahkan bagi mereka yang sebelumnya belum aktif atau mengalami kendala pembayaran iuran.
Namun demikian, dia tetap mengingatkan pentingnya menjaga keaktifan status kepesertaan dengan disiplin membayar iuran setiap bulan.
“Peserta yang menunggak berpotensi kesulitan saat mengakses layanan kesehatan. Bahkan bisa terkena denda jika baru melunasi iuran ketika hendak rawat inap,” tuturnya.
Sari juga menyoroti masih adanya peserta mandiri kelas 3 yang menjadi kelompok dengan jumlah penunggak tertinggi di Kota Semarang. Meski begitu, banyak di antara mereka kini sudah kembali aktif berkat dukungan program UHC dari Pemkot.
“Kami mendorong masyarakat untuk tidak menunggu kebijakan penghapusan tunggakan yang saat ini masih dalam pembahasan pusat. Jika mampu, sebaiknya tetap mencicil iuran agar status kepesertaan tetap aman,” ujarnya.
Dengan hampir seluruh warga telah terlindungi, Kota Semarang kini termasuk dalam deretan daerah dengan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan tertinggi di Indonesia.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kota dan partisipasi masyarakat. Semoga capaian ini terus terjaga, agar semua warga Semarang selalu mendapatkan perlindungan kesehatan,” tutur Sari. (rs)
