Unwahas Siap Jalankan Perintah PBNU Selenggarakan MLB Jatman
SEMARANG[NuansaJateng] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang siap menjadi penyelenggara Muktamar Luar Biasa (MLB) Jam’iyyah Ahli Thoriqah Al Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman) jika ditunjuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sehubungan dengan telah berakhirnya masa khidmah kepengurusan Idaroh Aliyah salah satu badan otonom (Banom) NU ini.
Sekretaris Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah Prof Dr KH Mahmutarom HR SH MH mengatakan kampus Unwahas siap ditempati untuk penyelenggaraan MLB Jatman. Fasilitas yang dibutuhkan Muktamirin di antaranya penginapan dan ruang-ruang persidangan bisa memanfaatkan fasilitas Wahid Hasyim Training Center (WTC), ruang perkuliahan dan aula Fakultas Kedokteran, Teknik dan Farmasi.
“PBNU, para pengurus Idaroh Wustho dan para Mursyid thoriqoh sudah menyaksikan fasilitas-fasilitas yang ada itu di kampus II saat dilaksanakan  Konsolidasi PBNU bersama Idaroh Wustho dan Forum Mursyidin Indonesia (FMI), 16 November lalu,” ujar Prof Muhtarom yang juga sekretaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang (YWHS) di Semarang, Rabu (20/11).
Menurutnya, kesiapan Unwahas untuk dijadikan lokasi permusyawaratan tertinggi Jatman itu pernah disampaikan dalam silaturahmi PBNU, Idaroh Aliyah dan Idaroh Wustho Jatman Indonesia di Surabaya dan Konsolidasi PBNU – Idaroh Wustho se-Indonesia dan FMI.
Mewakili para pimpinan Idaroh Wustho se-Indonesia Prof Mahmutarom mengharapkan agar PBNU segera mengambil langkah agar kevakouman kepengurusan Idaroh Aliyah Jatman yang masa khidmahnya sudah kedaluwarsa ini segera diselesaikan.
Dia menambahkan, jika kevakuman pengurus Idaroh Aliyah dibiarkan terlalu lama dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pelayanan pengurus Jatman terhadap warga dan para Mursyid.
Kebijakan PBNU yang menunjuk salah seorang rais syuriyah PBNU KH Ahmad Haris Shodaqoh untuk menjadi caretaker Idaroh Aliyah Jatman diharapkan dapat segera menyelesaikan kevakuman kepengurusan Idaroh Aliyah yang sudah kedaluwarsa masa berlakunya
Ketua FMI Prof KH Abdul Hadi Muthohar MA menuturkan, sikap para mursyid thariqah berkomunikasi dengan PBNU merupakan adab dan etika yang melekat pada diri Mursyid, karena wadah jam’iyah para jamaah Thoriqah sedang ada persoalan maka meminta kepada PBNU untuk menyelesaikan.
“Karena Jatman merupakan bagian dari NU yakni sebagai badan otonom maka kami matur kepada PBNU agar masalah kedaluwarsa nya masa khidmah kepengurusan segera diselesaikan oleh PBNU,” tutur Prof Abdul Hadi yang juga Mursyid thariqah qodiriyah naqsabandiyah.
