Trans Semarang Gandeng Perbankan Tingkatkan Pembayaran Non Tunai

SEMARANG[NuansaJateng] – Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang menggandeng sejumlah perbankan guna memfasilitasi pembayaran non tunai dengan menggunakan e-money.

Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto mengatakan jika sebelumnya pembayaran non tunai menggunakan e-money hanya bisa dilakukan menggunakan BRI dan BNI, saat ini pihaknya juga menggandeng BCA dan Bank Mandiri untuk transaksi non tunai.

“Kita menggandeng bank lain agar masyarakat lebih mudah melakukan pembayaran tiket Trans Semarang, karena sebelumnya hanya dua bank, saat ini bisa empat bank,” ujar Haris usai penandatangan kerja sama di Kantor Trans Semarang, Rabu (28/8).

Haris menambahkan, dengan adanya perluasan pembayaran non tunai, Trans Semarang berusaha untuk mengalihkan pembayaran tunai ke digital.

Selain itu untuk lebih memudahkan masyarakat untuk melakukan pembelian tiket.

“Kita sedang berusaha mengalihkan ke non tunai. Selain dengan empat bank ini, sebelumnya pembayaran juga bisa menggunakan Qris ataupun Gopay,” tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini masih melakukan kajian jika pembayaran dialihkan ke non tunai. Terlebih, saat ini jumlah pembayaran non tunai setiap harinya hanya diangka 10% sampai 12%.

Yang pasti, dengan adanya berbagai pilihan pembayaran non tunai, diharapkan jumlahnya akan mengalami peningkatan.

“Karena masyarakat masih nyaman dengan pembayaran tunai, kita ingin ubah itu, karena non tunai lebih cepat dan tentunya aman,” ujarnya.

Trans Semarang, lanjutnya, juga sedang berusaha mengubah kebiasaan masyarakat agar bisa beralih ke bus dan tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.

“Kita juga ingin ubah mindset tranportasi pribadi ke massal, salah satunya dengan memberikan berbagai kemudahan di sistem pembayaran,” tuturnya.

Sementara itu, Co Founder PT. Nusantara Global Inovasi (NGI), Dody Andiawan menuturkan, pihaknya sebagai penyedia alat pencatat non tunai, akan melakukan update secara sistem agar bisa menerima pembayaran dari Mandiri dan BCA.

“Alat kita nanti akan kita update secara sistem, agar bisa memperluas jenis pembayaran. Sebelumnya kan hanya bisa dua bank, untuk menggunakan e money,” ujarnya.

Dody menambahkan, pihaknya telah menyediakan 250 mesin EDC di setiap bus atau armada Trans Semarang.

“Penambahan alat nggak ada, kita update saja agar bisa menerima pembayaran dari bank lain,” tuturnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *