RSWN Siap Operasikan Paviliun Bisma
SEMARANG[NuansaJateng] – Gedung baru paviliun Bisma Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro (RSWN) Kota Semarang segera dioperasikan menjadi Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.
KRIS ini ke depan akan menggantikan kamar rawat inap kelas 1, 2 dan 3 yang selama ini sudah ada dan pembiayaannya menggunakan BPJS Kesehatan.
Direktur RSWIN Eko Krisnarto mengatakan paviliun Bisma yang sudah selesai pembangunan tahap kedua ini nantinya akan digunakan untuk pasien KRIS.
Eko menambahkan, untuk pasien KRIS, memang dibangunkan gedung baru karena harus memiliki konsep dan standar ruangan sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Paviliun Bisma ini sudah siap, kan rencananya akan mulai diterapkan 1 Juli tapi Pak Menkes beberapa waktu lalu kasih info akan ditunda sampai 1 Desember,” ujarnya, Selasa (10/6).
Menurutnya, penundaan penerapan KRIS ini karena baru 55% rumah sakit di Indonesia yang sudah memiliki standar KRIS. Sementara 45% lainnya masih belum memenuhi standar KRIS.
“Dari 2500 an rumah sakit baru sekitar 55% yang sudah memenuhi persyaratan KRIS. Maka itu ada penundaan penerapannya,” tuturnya.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan sudah hampir semua rumah sakit milik pemerintah di Jateng sudah siap untuk menerapkan KRIS termasuk RSWN.
Penerapan KRIS ini tidak hanya untuk rumah sakit pemerintah saja tapi juga rumah sakit swasta dengan memenuhi 12 syarat memiliki ruangan KRIS.
Eko menuturkan, dengan adanya KRIS, kamar kelas 1,2 dan 3 akan ditiadakan. Namun bagi pasien yang tudak ingin masuk dalam KRIS, maka bisa memilih ruangan non KRIS dengan biaya mandiri atau asuransi swasta.
“Jadi nantinya hanya ada KRIS dan Non KRIS. Non KRIS ini adalah kamar VIP, VVIP dan President Suites,” ujarnya.
Sebagai rumah sakit milik pemerintah, RSWN telah menyiapkan sarana prasarana ruangan untuk bisa beralih ke KRIS. Â (rs)
