Ratusan Buruh Kembali Gelar Aksi, Soroti Gaji DPR dan Kasus Korupsi
SEMARANG[NuansaJateng] – Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) dan Aliansi Buruh Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng, Kamis (28/8).
Dalam aksinya, para buruh membawa bendera federasi, membentangkan dua spanduk besar berisi tuntutan, serta menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka juga sempat berorasi sambil berjoget bersama.
Salah satu orator dari FSPP menyinggung tingginya gaji anggota DPR yang dinilai tidak sebanding dengan kerja nyata.
“DPD gajinya sehari Rp 3 juta, kerjanya apa? Tidur,” ujarnya.
Menurutnya, hal itu sangat kontras dengan kondisi buruh di Jawa Tengah yang hanya menerima upah Rp 2,2 juta meski harus bekerja hampir setiap hari.
“Padahal di Jateng ini buruh bekerja 26 hari hanya dapat upah Rp 2,2 juta. Yang buat bajunya DPR siapa? Buruh. Yang buat gajinya DPR siapa? Buruh. Tapi apa yang kita dapat, hanya kenestapaan,” tuturnya.
Bahkan dia mengancam tidak akan lagi membayar pajak bila uang negara justru dinikmati oleh pejabat dan koruptor.
“Kalau seperti ini kita lebih baik tidak bayar pajak,” ujarnya.
Selain isu gaji DPR, massa juga menyoroti dugaan korupsi dalam sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjerat eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer.
Mereka meminta Presiden Prabowo untuk segera mengevaluasi kabinetnya.
“Sertifikasi K3 yang dulu kita bayar Rp6 juta dibongkar oleh KPK harganya hanya Rp275.000. Menteri-Menterinya Pak Prabowo perlu dievaluasi termasuk Kemenaker,” tuturnya. (rs)
