Bersatu Perjuangkan Buruh, FSB-Semar Gelar Konggres Ke-1 di Semarang
SEMARANG[NuansaJateng] – Sejumlah aliansi serikat pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Seluruh Masyarakat (FSB – Semar) menggelar Konggres pertama (ke-1) yang berlangsung di Hotel Siliwangi Semarang Sabtu-MInggu (13-14/12).
Konggres yang mengusung tema Persatuan itu dikuti sediktnya 200 peserta dari berbagai serikat pekerja di Semarang, Grobogan, Blora, Jepara, Kendal dan daerah lainnya. Pekerja tersebut dari berbagai pabrik atau perusahaan seperti tekstil, garmen, alas kaki, gula , konstruksi, pertanian, hingga buruh serabutan.
Selain itu, kongres ini juga sekaligus menjadi momentum konsolidasi serikat-serikat buruh lokal untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota secara kolektif.
Ketua FSB – Semar Nova Surya Setiawan mengatakan konggres ini memiliki arti penting bukan hanya organisasi, tetapi juga untuk perjuangan bagi serikat pekerja.
“Konggres ini juga dalam rangka menyatukan visi dan misi diantara serikat pekerja yang memperjuangkan segala hal menyangkut hal buruh,” ujarnya saat pembukaan Konggres Persatuan FSB – Semar, Sabtu (13/12).
Menurutnya, melalui konggres ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat bersama dan bergotong royong. Bahkan menjadi awal babak baru perjuangan para buruh.
Pembentukan federasi dilandasi kesadaran kolektif untuk menyatukan ide, gagasan, serta program perjuangan bersama, sebagai upaya untuk menghasilkan keputusan yang bisa menyolidkan anggota dan meningkatkan kesejahteraan buruh.
Nova menambahkan, ada beberapa isu utama yang akan menjadi perhatian FSB – Semar, selain jaminan sosial, yang dinilai masih belum sepenuhnya dinikmati pekerja di sektor informal, juga kesejahteraan yang kurang memadai, upah kurang layak.
“Banyak pekerja di luar sektor formal yang belum mendapatkan jaminan sosial. Itu sebabnya isu ini menjadi prioritas dan mendorong kami bertransformasi menjadi federasi,” tuturnya.
Nova menambahkan, upah layak tidak semata-mata diukur dari besaran nominal, tetapi dari kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan hidup dan masih memiliki ruang untuk menabung.
“Upah layak bagi kami adalah ketika pekerja menerima upah dan masih bisa menabung. Upah tinggi tidak ada artinya jika habis tergerus inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok,” tegasnya.
Saat ini, lanjutnya, FSB-Semar memiliki sekitar 10.600 anggota yang tersebar di sejumlah daerah, tidak hanya di Kota Semarang, tetapi juga di Kabupaten Grobogan, Blora, Kendal, dan Jepara.
Dalam kesempatan itu, FSB-Semar juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Jateng atas dukungan selama pelaksanaan kongres.
Federasi menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Polri dalam menjaga iklim ekonomi yang kondusif serta keamanan dan ketertiban nasional, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Hadir dalam pembukaan konggres Kadisnakertrans Jateng Ahmad Aziz SE MSi, Wakil Ketua Komisi E DPRD Prov Jateng Yudhi Endras Wiendarto, PKKM TK III Polda Jateng Kombes Pol Yovan Fatika Handiska Aprilaya SIK MH dan Wadirintelkam Polda Jateng AKBP Elfian Rudi Harmoko S.sos.
Selain itu, juga hadir sejumlah pejabat dan perwakilan organisasi buruh hadir dalam pembukaan kongres.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui Kadisnakertrans Jateng Ahmad Aziz SE MSi menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kualitas tenaga kerja di era modern.
Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperhatikan isu pengupahan, jaminan sosial, dan keselamatan kerja.
“Dalam konteks hubungan industrial, seluruh pihak perlu mengedepankan prinsip tripartit, musyawarah, serta menjunjung tinggi hukum dan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong serikat buruh berkontribusi melalui gagasan dan rekomendasi guna menjaga kondusivitas iklim kerja.
Sementara itu, Ketua FSPMI Jawa Tengah Aulia Hakim menilai F-SB Semar memiliki peran strategis sebagai penggerak buruh di Jawa Tengah.
Menurutnya, belum adanya regulasi terbaru terkait upah yang dinilai krusial bagi kesejahteraan pekerja, hingga mendorong konsolidasi gerakan buruh perlu terus diperkuat agar semakin cerdas dan solid.
Karmanto berharap kongres tersebut mampu melahirkan serikat buruh yang progresif dan berpengaruh dalam kebijakan ketenagakerjaan.
“Semoga ditahun depan FSB – Semar bisa masuk dalam dewan pengupahan Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini FSB – Semar juga menyatakan sikap terimakasih atas dukungan Polri khususnya Polda Jateng yang telah membantu terlaksananya Kongres.
Selain itu, FSB – Semar menyatakan siap bekerja sama dengan Polri dalam menjaga Kamtibmas di Jawa Tengah.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian sidang kongres yang akan berlangsung hingga Minggu (14/12) untuk membahas agenda dan keputusan strategis organisasi.
