Rais Aam PBNU Akan Lantik Pengurus PWNU Jateng 2024-2029
SEMARANG[NuansaJateng] – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Achyar akan melantik Pengurus Wiiayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 di aula Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (3/8).
Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan PWNU Jateng KH Mufid Rahmat mengatakan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf akan menyampaikan sambutan pengarahan, sedang Rais Aam KH Miftahul Achyar akan melantik pengurus PWNU Jateng dihadapan pengurus cabang dan Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Jateng serta penggrus ranting NU se-Kota Semarang.
“Selain pengurus NU dari berbagai daerah, pelantikan ini juga akan dihadiri Gubernur Jateng Nana Sudjana bersama Forkompimda Jateng. Kami mengundang 2.300 undangan,” ujar kiai Mufid di Semarang, Kamis (1/8).
Menurutnya, agenda pelantikan ini merupakan kelanjutan dari agenda Konferensi Wilayah (Konferwil) XVI Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di Gedung Aswaja Kota Pekalongan, Rabu (6/3) yang menetapkan KH Ubaidullah Shodaqoh sebagai Rais Syuriyah dan KH Abdul Ghofar Rozin sebagai Ketua Tanfidziyah.
Pelantikan ini, lanjutnya, mengangkat tema “Berkhidmah Bermartabat, Membangun Peradaban”. Tema ini dipilih karena menjalankan roda organisasi NU merupakan wujud perkhidmatan Nahdliyin. Khidmah ini harus dijalankan bukan dengan asal-asalan, tetapi penuh dedikasi dan bermartabat. Sebab, ada marwah organisasi yang juga perlu dijaga dan dijunjung tinggi.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghoffar Rozin menuturkan, tema ini mengajak semua nahdliyin, khususnya pengurus, untuk dapat mengejawantahkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak guna menjaga marwah organisasi.
“Prioritas khidmah PWNU Jawa Tengah adalah pemberdayaan. Pasalnya, sejumlah sektor perlu menjadi fokus perhatian agar dapat meningkat kualitasnya, baik dari sisi sumber daya manusianya, maupun kesejahteraannya,” tutur Gus Rozin yang juga pengasuh pesantren Maslakul Huda Kajen Pati.
Oleh karena itu, lanjutnya, PWNU Jateng hasil konferwil Pekalongan yang dipimpinnya akan fokus menggarap dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan santri dan siswa dalam literasi matemati, sains, dan membaca. Tentu dengan tidak mengesampingkan sektor lain.
Dia menambahkan, pemberdayaan melalui pendidikan juga bakal berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Hal ini bisa dilakukan melalui program magang yang perlu diperbanyak untuk meningkatkan keterampilan warga NU yang siap kerja.
Pemberdayaan itu, juga perlu ditopang dengan kesehatan yang prima. Karenanya, bagian ini juga tidak boleh luput dari perhatian. Karenanya, PWNU Jawa Tengah bakal bergerak untuk membangun dan memperbanyak fasilitas kesehatan. Pasalnya, belajar dari Covid-19, terlalu banyak kiai dan nyai yang gugur.
“Untuk memenuhi cita-cita itu, PWNU bakal menggandeng sejumlah fakultas kedokteran untuk berkolaborasi. Tidak hanya dalam pembangunan fisik dan manajemen, kerja sama ini juga dalam memenuhi kebutuhan tim kesehatan, meliputi dokter, perawat, dan sebagainya,” ujarnya.
