Minat Investasi Meningkat, OJK Dorong Literasi Keuangan

SEMARANG[NuansaJjateng] – Minat masyarakat Jawa Tengah terhadap instrumen investasi terus menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi ini harus diimbangi dengan penguatan literasi agar keputusan keuangan semakin berkualitas.

Kepala OJK Jateng-DIY Hidayat Prabowo mengatakan pertumbuhan investasi di daerahnya cukup signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah investor serta nilai transaksi yang terus naik.

“Minat masyarakat Jawa Tengah terhadap investasi sangat tinggi dan ini terlihat dari berbagai indikator yang menunjukkan pertumbuhan positif,” ujarnya, dalam media briefing, Kamis (9/4).

Menurutnya, salah satu indikatornya adalah pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang mencapai 105,29%. Dari jumlah tersebut, investor didominasi generasi muda dengan porsi terbesar mencapai 63,98% atau sekitar 2,16 juta investor.

Selain itu, lanjutnya, nilai transaksi saham di Jawa Tengah juga mengalami lonjakan signifikan. Per Januari 2026, pertumbuhan transaksi tercatat mencapai sekitar 259% hingga 269% dibanding periode sebelumnya.

Dia menambahkan, tingginya minat investasi harus diiringi pemahaman yang memadai. Literasi keuangan menjadi pondasi penting agar masyarakat tidak hanya tertarik berinvestasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan yang tepat.

“Literasi yang baik akan menghasilkan keputusan keuangan yang lebih bijak dan berkualitas,” tuturnya.

Hidayat menuturkan, reksa dana menjadi salah satu instrumen yang relatif mudah diakses, khususnya bagi investor pemula. Produk seperti reksa dana pasar uang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena risiko lebih terukur.

Peningkatan inklusi keuangan, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan literasi. Tanpa pemahaman yang cukup, tingginya partisipasi masyarakat justru berpotensi menimbulkan risiko.

“Kami mendorong agar inklusi keuangan diikuti literasi yang memadai sehingga tercipta ekosistem keuangan yang sehat,” ujarnya.

OJK akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas edukasi keuangan. Program yang dijalankan menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas investasi, hingga masyarakat umum.

Kegiatan edukasi dilakukan melalui berbagai metode, baik secara langsung maupun digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas dan memberikan dampak nyata.

“Melalui kolaborasi, edukasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dia berharap, peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Dengan demikian, investasi dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab.

“Literasi yang kuat akan melahirkan keyakinan, keyakinan menuntun keputusan bijak, dan keputusan bijak membawa masa depan keuangan yang lebih baik,” ujarnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *