Miliki Potensi Ekonomi Kreatif, Semarang Bisa Seperti Paris atau New York

SEMARANG[NuansaJateng] –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Kota Semarang untuk memberikan motivasi dan dukungan kepada para pelaku ekonomi kreatif.

Dalam Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia, Menparekraf mengatakan pentingnya peran feshen sebagai sub-sektor unggulan ekonomi kreatif di Semarang yang mampu menggerakkan sub-sektor lainnya seperti kuliner, kriya, dan ekonomi kreatif lainnya.

Workshop ini diikuti sebanyak 150 pelaku ekonomi kreatif yang didorong untuk mengembangkan produk kreatif mereka melalui teknologi digital dan strategi inovasi.

“Dengan fesyen sebagai penggerak utama, kami berharap adanya kolaborasi lintas sub-sektor yang semakin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Semarang. Fesyen dapat menjadi ujung tombak yang juga mengangkat sektor kuliner, kriya, dan pariwisata melalui sinergi kreatif,” ujar Sandiagadi Kampung Jadoel, Kamis (12/9).

Sandiaga juga mendorong pelaku UMKM untuk terus berbenah dan meningkatkan diri, mengingat potensi ekonomi kreatif masih sangat luas dan menjajikan.

Potensi ini bila dimaksimalkan akan menciptakan peluang kerja yang banyak di tengah gelombang PHK.

“Hari ini kita melihat antusiasmenya dalam target di tengah-tengah situasi PHK, di tengah kekhawatiran ekonomi melambat. Ekonomi kreatif dan para pelaku ini berkomitmen untuk menciptakan 4,4 juta lapangan kerja itu menjadi harapan kita,” tutur Sandiaga.

Khusus Kota Semarang, diapun bakal terus mendorong agar Kota Lunpia, bisa mengikuti seleksi UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Sebab, potensi di Kota Semarang mulai dari budaya, kuliner, fashion bisa menjadi unggulan.

“Semua kota yang mendapat label kreatif itu mendapat tambahan minat kunjungan wisatawan, seperti New York, Prus. Jadi Semarang bisa mencontoh itu, apalagi sudah memilih fesyen, jadi mungkin kiblat fashion, batiknya Indonesia ini ya bisa di Semarang,” ujar Sandiaga.

Di sisi lain, Sandiaga meyakini kunjungan pariwisata di Indonesia pada tahun ini mencapai 1 miliar.

“Tahun ini optimis tembus 1 miliar karena di Juli sudah 600 juta. Jawa hampir 85%. Kalau Jateng, dikricutman ya 30%,” tuturnya.

Sandiaga menambahkan, kunjungan wisawatan membuat pertumbuhan ekonomi yang bagus. Bahkan satu wisatawan asing bisa menghabiskan uang hingga US$ 1.440 per orang.

“Pariwisata ini masih menciptakan geliat ekonomi. Tapi salah satu keluhannya harga tiket mahal. Nah ini salah satu yang pemerintah upayakan diberi kebijakan agar terjangkau,” ujarnya.

Sementara Dalam workshop ini, Eri Kuncoro, narasumber yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), menyampaikan AI dapat menjadi alat penting dalam mempercepat inovasi.

Selain itu, coaching clinic yang dipimpin oleh Ketua Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Adin Hysteria, memberikan panduan tentang bagaimana para pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing mereka melalui teknologi dan kolaborasi antar sub-sektor kreatif.

Dengan dukungan dari pemerintah, teknologi digital dan kolaborasi antar-pelaku ekonomi kreatif, Kota Semarang diharapkan menjadi pusat ekonomi kreatif yang berkembang pesat, yang mana fesyen sebagai penggerak utama, sekaligus mempersiapkan diri untuk bergabung dengan UCCN dan membawa produk kreatifnya ke panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *