Masjid Raya Baiturrahman Jateng Terbitkan Buku Sejarah Perjalanannya
SEMARANG[NuansaJateng] – Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) akan menerbitkan buku sejarah perjalanan Masjid Raya Baiturrahman (MRB) yang berada di kawasan Simpang Lima Semarang sejak masjid ini diresmikan Presiden Soeharto 50 tahun lalu.
Ketua Umum YPKPI Semarang KH Dr Ahmad Darodji MSi mengatakan buku ini berisi tentang MRB Jateng mulai sejak digagas oleh para tokoh Jateng pada 1950-an hingga peresmiannya oleh Presiden Soeharto pada pertengahan Desember 1974 dan berbagai aktifitasnya hingga sekarang.
“Penerbitan buku 50 tahun MRB merupakan bagian dari sejumlah rangkaian agenda kegiatan Tasyakuran dan Milad ke -50 MRB, ” ujar kiai Darodji disela berlangsungnya kegiatan
Tasyakuran Milad dan Soft Launching Buku 50 Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Jawa Tengah di Grand Ballroom MRB Jateng, Jl Pandanaran no 126 Semarang, Minggu (15/12).
Menurutnya, rangkaian kegiatan dalam rangka tasyakuran dan milad masjid ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena atas pertolongan-nya para pengelola MRB Jateng dari waktu ke waktu berhasil mengembangkan peran dan fungsi masjid ini hingga memasuki usia setengah abad.
“Syukur alhamdulillah, kita semua bersyukur, 50 tahun berlalu, masjid ini tetap menjadi kebanggaan warga Jateng yang tak henti memberikan pelayanan ibadah kepada masyarakat. MRB yang lokasinya berada di kawasan strategis, tepat di jantung ibukota provinsi Jateng menuntut kepada para pengelolanya untuk terus berkreasi dan berinovasi agar masjid ini tetap menjadi pusat kegiatan umat Islam, syiar dakwah Islam dan sebagainya,” tuturnya.
Dia menambahkan, YPKPI selain mengelola masjid saat ini juga mengelola sejumlah unit pelayanan masyarakat di berbagai bidang. Bidang pendidikan ada enam satuan pendidikan (satpen), meliputi dua Taman Kanak-Kanak (TK), dua SD, satu SMP dan satu SMK yang semuanya dapat dibanggakan prestasinya.
Selain itu, lanjutnya, juga mengembangkan layanan bimbingan ibadah haji dan umroh melalui KBIHU serta pembinaan dan pengasuhan anak yatim dan duafa. Bahkan sebentar lagi MRB akan membuka layanan kesehatan bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Semarang, sehingga jamaah MRB jika membutuhkan layanan kesehatan dan dilayani di komplek Masjid.
Dengan semakin banyaknya aktifitas layanan maka suasana masjid akan semakin syiar dan meningkat fungsinya karena masyarakat dan jamaahnya merasa terlayani dengan baik kebutuhannya baik jasmani maupun rohani.
Sekretaris Badan Kesbangpol Jateng, Muhammad Agung Hikmati yang menyampaikan sambutan Pj gubernur Jateng mengatakan selain menyampaikan selamat atas usia 50 tahun MRB juga berharap agar MRB terus membantu pemerintah dalam membina umat, merawat nilai-nilai keagamaan dan keberagaman.
“Kami berharap masjid kebanggan Jateng ini lebih aktif mengembangkan nilai- nilai moderasi keagamaan dan pengembangan budaya, sehingga dapat menjadi teladan bagi masjid-masjid di daerah lain atau bahkan tempat ibadah lainnya,” ujarnya.
Ketua Panitia Milad ke-50 MRB Jateng KH Dr Anashom menuturkan, sejumlah rangkaian kegiatan dijadwalkan akan digelar untuk memeriahkan peringatan setengah abad MRB.
“Di antaranya Soft Launching Buku 50 Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Jawa Tengah pada hari ini, istighotsah, lomba kebersihan antar unit di lingkungan MRB, pameran, kirab budaya dan sebagainya,” tuturnya.
