Mahasiswa KKN USM Edukasi Pembuatan NIB Untuk UMKM di Kebonagung
SEMARANG[NuansaJateng] – Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Semarang (USM) telah melaksanakan kegiatan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kebonagung, Semarang Timur.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mengakses berbagai layanan bisnis, termasuk perizinan dan dukungan pembiayaan. Pembuatan NIB ini dilakukan dalam rangka mendukung digitalisasi usaha dan mempermudah pelaku UMKM dalam melakukan registrasi usaha secara resmi, sehingga bisa mengembangkan usaha mereka dengan lebih terstruktur dan profesional.
Masyarakat setempat sangan antusian menyambut positif, terutama para pelaku UMKM yang merasa terbantu dengan adanya layanan pembuatan NIB secara gratis.
Ketua KKN KebonAgung, Rifki Krisna mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dari mahasiswa USM dalam membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pemberian layanan yang praktis dan efisien.
“Kami berharap dengan adanya NIB, para pelaku UMKM di Kebonagung bisa lebih mudah mendapatkan akses kepada pasar yang lebih luas dan mendapat dukungan dalam pengembangan usaha mereka,” ujar Rifki, Sabtu (25/1).
Pembuatan NIB ini melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan tim dari mahasiswa KKN USM yang memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku UMKM untuk mengisi formulir serta memahami proses pembuatan NIB.
Proses ini, tutur Rifki, juga dilakukan dengan pendampingan untuk memastikan bahwa setiap pelaku usaha mendapatkan informasi yang jelas terkait manfaat dan kewajiban yang terkait dengan NIB.
Para pelaku UMKM mengungkapkan rasa terima kasih atas adanya program ini, karena mereka merasa lebih dipermudah dalam mengurus legalitas usaha. Salah satu pelaku UMKM, ibu Reni, yang memiliki usaha makanan ringan di Kebonagung,
“Dulu saya bingung harus bagaimana untuk membuat usaha saya sah secara hukum, tapi dengan adanya bantuan dari mahasiswa KKN USM, saya sekarang bisa mengurus semuanya dengan mudah,” tutur Reni.
Pembuatan NIB ini juga menjadi langkah awal untuk mendorong transformasi digital UMKM di Kebonagung, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing usaha lokal di pasar yang semakin kompetitif.
Program KKN ini akan terus berlanjut dengan berbagai inisiatif lain yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan Kelurahan Kebonagung dapat semakin berkembang menjadi kawasan yang ramah bagi para pelaku UMKM dan mendukung perekonomian daerah. (Ajeng Kusuma)
