Kukuhkan 5 Guru Besar FT, Rektor Undip Harapkan Ilmunya Dapat Bermanfaat Bagi Masyarakat

SEMARANG[NuansaJateng] – Rektor Undip Prof Dr Suharnomo SE MSi menyebutkan level tertinggi pencapaian ilmu bukan hanya pada gelar ruru besar atau profesor, tetapi tingkat kepeduliannya terhadap masyarakat.

“Paling penting adalah ilmunya membawa manfaat bagi masyarakat. Mudah-mudahan upacara pengukuhan guru besar ini menjadi momentum untuk menguatkan kebajikan dan kebijakan dalam hidup,” ujarnya pada upacara pengukuhan lima guru besar Falkutas Teknik (FT) N di gedung Prof Sudarto SH, kampus Undip Tembalang Semarang, Rabu (22/1).

Kepada para guru besar Fakultas Teknik yang dikukuhkan, rektor Undip berpesan agar bisa menjadi role model untuk kampus, dengan bekal kecerdasan serta intelegensi mental dan spiritual.

“Guru besar adalah cendekiawan yang cerdas dan pandai, semoga bisa menjadi role model di kampus,” tutur Prof Suharnomo.

Upacara pengukuhan lima guru besar Fakultas Teknik ini merupakan rangkaian pengukuhan 36 guru besar baru Undip di awal 2025, yang dilaksanakan pada 20-24 Januari 2025 dan dilanjutkan pada 18-20 Februari 2025.

Sedangkan lima guru besar Fakultas Teknik Undip yang dikukuhkan terdiri Prof Dr Ir Sulardjaka ST MT IPU ASEAN Eng, Prof Dr Hery Suliantoro ST MT, Prof Dr Iwan Setiawan ST MT, Prof Dr Muchammad ST MT dan Prof Dr Purnawan Adi Wicaksono ST MT.

Dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar, Prof Sulardjaka, yang merupakan pakar Composites Processing and Characterization, menyebutkan umat manusia harus berupaya mencari langkah untuk mencapai zero net carbon.

Dalam materi berjudul “Inovasi Material Komposit untuk Mendukung Terwujudnya Zero Net Carbon,” Prof Sulardjaka menjelaskan rekayasa bidang material dengan pengembangan bahan komposit mampu mendukung pencapaian zero net carbon.

“Penggunaan bahan alam sebagai inovasi material komposit, seperti serat alam dan matrik alam terbukti mampu menurunkan jejak karbon. Studi menunjukkan bahwa mengganti polipropilena dengan serat kenaf dalam komposit dapat menurunkan jejak karbon hingga 30-50%,” tuturnya.

Prof Dr Hery Suliantoro dalam orasi berjudul “Transformasi Digital Pengadaan sebagai Pengungkit Kinerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang Berkelanjutan” menjabarkan tentang e-procurement, sebuah sistem pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara elektronik melalui media digital atau internet.

“Sistem e-procurement yang kini digunakan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah sudah berjalan, namun inovasi serta adaptasi teknologi baru perlu dilakukan agar kinerja berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Sedangkan Prof Dr Iwan Setiawan ST MT menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pengembangan DC Microgrid untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi Listrik Secara Lebih Mandiri,”

Dia mengatakan saat ini sistem kelistrikan global sudah mulai melakukan transisi energi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Prof Iwan menjelaskan topologi sistem kelistrikan baru yang dikenal dengan istilah jaringan listrik skala mikro jenis arus searah atau DC Microgrid.

Prof Dr Muchammad ST MT pakar Energy Conversion–Lubrication, menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Pengembangan Model Pelumasan dan Permukaan Kontak pada Bearing untuk Mesin-Mesin Industri.”

Dalam sektor industri seperti industri otomotif, pembangkit dan juga manufaktur, pelumas dan proses pelumasan merupakan aspek penting dalam meningkatkan kemampuan poros untuk menahan beban dan menurunkan gesekan.

Sedangkan, Prof Dr Purnawan Adi Wicaksono dalam orasi ilmiah berjudul “Manajemen Rantai Pasok Sirkular untuk Percepatan Keberhasilan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 12.”

Circular Supply Chain Management (CSCM) atau Manajemen Rantai Pasok Melingkar dapat diartikan sebagai pendekatan pengelolaan rantai pasok yang berfokus pada keberlanjutan (sustainability)—dengan cara menciptakan siklus yang meminimalkan limbah, memaksimalkan penggunaan sumber daya, dan mendaur ulang bahan-bahan di sepanjang proses produksi dan distribusi.

Prof Purnawan menawarkan solusi penerapan prinsip sirkularitas pada rantai pasokan sehingga mampu meningkatkan kinerja ekonomi dengan meminimalkan dampak keberlanjutan lingkungan. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *