Jaga Khasanah Keislaman, Wagub Jateng Dorong Digitalisasi Berbasis AI
KUDUS[NuansaJateng] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendorong dokumentasi dan digitalisasi ajaran para wali dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sebagai upaya untuk menjaga khasanah keislaman nusantara.
Hal itu disampaikan saat kegiatan Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus, dengan mengusung tema besar ”Menyebarkan Energi Peradaban Aulia” di Kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu malam (7/1).
Menurutnya, banyak wali di Indonesia yang mengajarkan mengenai budaya maupun dakwah Islam, sehingga ajarannya perlu terus dilestarikan.
“Sejarah para wali ini perlu kita modernisasikan, tidak hanya menjadi sebuah cerita. Kalau bisa, gambar-gambar wali dengan dawuh-dawuhnya itu, di-AI-kan,” ujar Gus Yasin panggilan akrab Yaj Yasin.
Pemanfaatan AI, lanjutnya, sebagai alat bantu untuk memperluas jangkauan edukasi dan literasi sejarah kepada generasi muda.
“Jadi, anak-anak ketika buka short di YouTube, yang muncul adalah Sunan Kalijaga, Sunan Kudus. Muncul wajah para wali dengan dawuh-dawuhnya (ajaran-ajarannya), dengan cerita-ceritanya, itu akan menarik,” tutur Gus Yasin.
Dia mengatakan saat ini anak-anak dan generasi muda tidak lagi terlalu tertarik membaca sejarah atau menelusuri peradaban masa lalu. Mereka, lebih akrab menerima informasi dengan teknologi. Oleh karenenya, pemanfaatan teknologi perlu dimaksimalkan untuk memperluas khasanah keislaman tersebut.
Gus Yasin menambahkan, banyak kisah para wali yang kini tidak lagi populer di kalangan anak muda. Padahal, kisah-kisah itu bisa dijadikan suri teladan untuk generasi sekarang.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga memberikan penghargaan kepada para tokoh atas ketulusan Khidmah dalam merawat laku dan jejak peradaban leluhur Kudus. (rs)
