Irwan Hidayat Ungkap Rahasia Kesuksesan Produk Jamu
SLEMAN[NuansaJateng] – Kunci sukses dalam usaha itu, sederhana, paling utama kualitas produk harus bagus, termasuk produk makanan atau minuman rasanya harus enak dan tempat harus bersih, sehingga jika ditayangka pada iklan, produk itu bakal tetap dicari dan dicintai konsumen.
Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan kesuksesan Sido Muncul selama ini tidak datang begitu saja. Ada tiga kunci utama yang menjadi fondasi pengelolaan perusahaan, yaitu dengan hati, akal, dan aturan.
“Prinsip tersebut terinspirasi dari sumpah dokter (Hippocrates) yang berbunyi melayani pasien dengan hati, akal, dan ilmu. Dalam konteks Sido Muncul, kami mengelola perusahaan dengan hati yang tulus, akal yang kreatif, dan aturan yang jelas,” ujar Irwan di depan peserta pelatihan meracik jamu Sido Muncul untuk angkringan di West Lake resto, Kamis (31/7).
Menurut Irwan, perjalanan Sido Muncul cukup panjang, jamu yang dirintis neneknya itu mengalami naik turun dalam berusaha. Termasuk langkah meniru produk jamu lain yang sudah punya nama dan punya tagline yang bagus. “Namun kurang berhasil, dan baru sadar karena yang kita tiru sesama produk jamu,” tuturnya.
Hingga kemudian Sido Muncul mengubah strategi meniru perusahaan farmasi dan ternyata sukses dengan tagline ‘orang pintar minum tolak angin’. Hingga kemudian Sido Muncul lolos uji klinis dan kemudian menginspirasi perusahaan farmasi ikut memproduksi jamu.
Bagi Irwan, filosofi “hati, akal, dan aturan” bukan sekadar slogan, melainkan panduan dalam setiap pengambilan keputusan. Dengan hati, Sido Muncul memastikan produk yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi. “Kalau kami bikin jamu, saya dan anak cucu juga harus minum. Kalau kami tidak yakin dengan kualitasnya, bagaimana kami bisa meyakinkan konsumen?” ujar Irwan.
Dengan akal, tutur Irwan, perusahaan terus berinovasi, baik dalam menciptakan produk baru maupun membangun hubungan dengan konsumen.
Salah satu inovasi terbesar Sido Muncul yang menerapkan prinsip pengelolaan dengan akal adalah tagline “Orang Pintar Minum Tolak Angin” yang diperkenalkan pada 1999. “Tagline tersebut sangat relevan. Setiap orang ingin dianggap pintar (sesuai passion-nya) dalam menjalani kehidupan. “Pesan ini membuat konsumen merasa terhubung dengan produk kami,” tutur Irwan.
Sementara, dengan aturan, Sido Muncul menjaga integritasnya, baik dalam mematuhi regulasi pemerintah maupun dalam menjalankan etika bisnis.
Sedangkan dalam mempromosikan produk Sido Muncul, Irwan mengedepankan iklan dengan mengambil bintang orang yang dicintai masyarakat, bukan yang hanya dikagumi.
Contoh yang konkret ketika mengangkat artis Anna Maria dan Mbak Maridjan, terbukti omzet naik. “Karena kedua bintang itu dicintai masyarakat. Karena yang paling berharga bagi setiap orang itu kalau dicintai,” ujar Irwan.
Sejak itu kemudian Sido Muncul melanjutkan strategi iklan dengan mengangkat apa pun yang dicintai, termasuk produk destinasi wisata, sampai memberikan apresiasi pada masyarakat yang menderita katarak, dan lainnya. Hingga sekarang sudah banyak destinasi wisata di Indonesia diangkat dalam iklan produk- produk pariwisata.
Iklan produk Sido Muncul yang memanfaatkan destinasi wisata di antaranya mengangkat Taman Nasional Komodo, Pulau Padar dan kain Songke Manggarai, iklan terbaru Kuku Bima tak lupa mengeksplor destinasi wisata lain di Nusa Tenggara Timur, meliputi Danau Kelimutu yang terkenal dengan kawah tiga warnanya Tiwu Ata Polo, Tiwu Ko’o Fai Nuwamuri, dan Tiwu Ata Bupu, Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende yang menjadi tempat “lahir” Pancasila dan Pulau Bidadari Labuan Bajo sebagai salah satu spot snorkeling terindah di Indonesia.
Irwan berharap dengan pelatihan meracik jamu dengan narasumber dr Rianti Maharani MSi ini diharapkan pedagang angkringan jamu bisa menjaga kualitas produk dan mengembangkannya.
