Irwan Hidayat Pilih Pendekatan Humanis Hadapi Serangan Medsos Terhadap Produk Sido Muncul
UNGARAN[NuansaJateng] – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat mengambil langkah berbeda dalam menyikapi serangan terhadap produk perusahaannya di media sosial.
Irwan mengatakan untuk menghadapi berbagai isu negatif dan informasi yang tidak akurat dengan pendekatan persuasif, bukan melalui jalur hukum.
Menurutnya, penyelesaian persoalan di ruang publik tidak selalu harus berujung pada proses hukum, termasuk penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia menilai, langkah tersebut justru berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas, terutama bagi masyarakat kecil.
Irwan menambahkan, setiap kali muncul unggahan negatif terkait produk seperti Tolak Angin, pihaknya terlebih dahulu menelusuri sumber dan motif di balik postingan tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah unggahan tersebut merupakan bagian dari kampanye buzzer, kompetitor, atau sekadar aksi individu.
“Saya memilih tidak menyelesaikan dengan hukum. Saya kasihan karena, kalau dibawa ke ranah ITE, yang ada orang lain jadi susah, harus keluar biaya, waktu, dan tenaga. Saya tidak ingin itu terjadi,” ujarnya, disela-sela sosialisasi menabung saham untuk karyawan pabrik Sido Muncul, mahasiswa dan instansi lain di kawasan Agro Wisata Sido Muncul, Senin (30/3).
Irwan menuturkan, sejumlah informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital kerap tidak didasarkan pada fakta yang utuh. Namun demikian, dia memilih untuk tidak reaktif, melainkan memberikan klarifikasi secara terbuka.
“Saya itu justru kasihan. Banyak yang hanya ikut-ikutan, tidak tahu dampaknya. Kalau langsung dibawa ke hukum, mereka yang susah,” tutur Irwan.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan perusahaan, sebagian besar unggahan negatif ternyata bukan berasal dari pihak yang memiliki kepentingan tertentu, melainkan netizen yang sekadar ikut tren atau mencari perhatian serta inngin meningkat followers akun pribadinya di medsos.
“Saya hanya ingin menunjukkan, apa yang disampaikan itu tidak semuanya benar. Tapi bukan berarti saya harus menuntut. Saya lebih memilih menjelaskan,” ujarnya
Bahkan, tidak sedikit dari mereka merupakan konsumen produk Sido Muncul sendiri. Hal ini, tuturt Irwan, menunjukkan, banyak orang belum memahami konsekuensi dari apa yang mereka bagikan di media sosial.
“Mereka tidak mengerti, tidak berpikir panjang. Hanya ingin ramai atau dikenal, tanpa memperhitungkan dampaknya, Bahkan mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek hasil postingnya” ujar Irwan.
Meski berpotensi merugikan perusahaan, Irwan menilai membawa kasus tersebut ke jalur hukum bukanlah solusi terbaik.
Irwan justru memilih untuk melakukan komunikasi langsung dengan pihak yang bersangkutan pemlik akun, termasuk meminta klarifikasi dan mengedukasi mereka.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif sekaligus humanis, mengingat banyak pelaku tidak memiliki niat jahat.
Irwan juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, terutama yang berkaitan dengan reputasi perusahaan. Dia menilai, menulis atau menyebarkan informasi tanpa dasar yang jelas dapat merugikan banyak pihak.
“Kalau tidak tahu secara pasti, sebaiknya tidak menulis hal-hal yang bisa merugikan. Membangun sebuah merek itu butuh waktu puluhan tahun,” tuturnya.
Irwan mencontohkan Sido Muncul yang telah dibangun selama lebih dari 75 tahun, sehingga reputasi perusahaan menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga.
Meski demikian, Irwan menambahkan, tidak melarang siapa pun untuk menyampaikan pendapat. Namun yang diharapkan informasi yang disampaikan tetap berimbang dan berbasis fakta.
“Saya tidak melarang orang menulis. Itu hak masing-masing. Tapi harapannya, bisa lebih bijak dan tidak asal menyampaikan sesuatu yang belum tentu benar,” ujarnya.
Irwan mengatakan pentingnya empati di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang dan memahami setiap orang memiliki kesulitan masing-masing, sehingga pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan menjadi pilihan utama.
“Kondisi sekarang tidak mudah. Semua orang sedang berjuang. Jadi saya memilih pendekatan yang lebih manusiawi,” tuturnya.
Dengan sikap tersebut, Irwan berharap tercipta ruang komunikasi yang lebih sehat antara masyarakat, media, dan pelaku usaha, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang lebih bijak tanpa harus merugikan pihak lain.
