Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBk. Irwan Hidayat dan Wali Kota Semarang Terpilih Agustina Wilujeng

Irwan Hidayat Dorong Wujudkan Pecinan Semarang Jadi China Town

SEMARANG[NuansaJateng] – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBk Irwan Hidayat akan mendorong pengembangan kawasan Pecinan atau China Town di Semarang menjadi destinasi wisata yang lebih menarik.

Irwan mengatakan revitalisasi kawasan ini tidak memerlukan biaya besar atau proyek muluk-muluk, melainkan fokus pada hal sederhana yakni kebersihan, kerapian, perbaikan jalan dan partisipasi warga.

“Hal paling penting itu, adalah kebersihan merupakan kunci utama. Kalau tempat ini bersih, nyaman semua orang pasti suka dan wisatawan semakin menyukai destinasi pecinan Semarang ini,” ujar Irwan di sela-sela penutupan Pasar Imlek Semawis, Senin malam (27/1).

Menurutnya, bangunan di kawasan pecinan semarang sudah bagus tinggal merawat. Pemerintah cukup hanya memperbaiki infrastrukturnya baik jalan, saluran air dan trotoar yang rapi.

Selain itu, tutur Irwan, penerangan jalan dan lampu-lampu teras rumah juga perlu lebih terang. Bahkan pemerintah setempat dapat memastikan warga di kawasan itu sadar akan kebersihan.

Irwan menambahkan, kawasan China Town di dunia biasanya memiliki daya tarik khusus yang membuatnya menjadi tujuan wisata. Sayangnya, kondisi di Semarang saat ini kurang maksimal karena kurangnya perhatian pada kebersihan dan kesadaran bersama.

“Tempat pecinan Semarang ini bukan kawasan warga tak mampu, jadi sebenarnya mudah kalau semua sadar. Kalau Pemkot serius masuk, bersih-bersih, dan mengedukasi warga, kawasan ini bisa jadi luar biasa,” tutur Irwan.

Bahkan, lanjutnya, pentingnya peran pedagang dan warga dalam menjaga ketertiban, selain kebersihan hingga membuat pengunjung menjadi nyaman dan lebih betah berlama-lama di Semarang.

Irwan juga menyarankan agar pemerintah melibatkan Satpol PP untuk membantu menertibkan pedagang dan memastikan kebersihan kawasan hingga tidak terlihat kotor.

“Coba kalau semua tertib dan bersih, orang pasti datang. China Town ini bisa jadi tempat orang berduit untuk nongkrong, belanja, dan menikmati suasana. Sayang kalau dibiarkan kotor begitu saja,” ujarnya.

Salah satu idenya yang sederhana namun efektif adalah memasang lampu LED di area tersebut untuk memberikan kesan terang dan aman di malam hari.

“Enggak perlu revitalisasi besar-besaran, cukup pasang lampu saja sudah banyak perubahan. Orang akan lebih nyaman jalan-jalan di sini kalau suasananya bersih dan terang,” tutur Irwan.

Selain itu, Irwan mengajak warga dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan perubahan yang lebih baik.

Dia yakin, jika pemerintah memulai langkah nyata, warga pun akan terdorong untuk ikut berpartisipasi.

“Kalau pemerintah serius masuk iut menangani infrastrukturnya, warganya pasti ikut. Yang penting ada semangat gotong royong,” ujarnya.

Dengan konsep sederhana ini, Irwan berharap Pecinan Semarang dapat menjadi kawasan wisata yang tidak kalah dengan China Town di negara lain, menjadikannya destinasi yang bersih, terang, nyaman dan menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kota Semarang sangat strategis untuk menjadi gerbang pintu masuk wisata Indonesia, mengingat ibukota Jateng ini memiliki aneka kebudayaan dan lokasi wisata yang komplit.

“Kota Semarang banyak wisata yang dimiliki, ada Kota Lama, ada Pecinan, Kampung Melayu, Kauman dan lainnya. Pasar Semawis juga bisa dijadikan tempat wisata tujuan asal ada kolaborasi dari penggerak wisata, pemerintah dan swasta,” tutur Irwan.

Irwan tak henti-hentinya mengajak warga masyarakat dan Pedagang Pecinan Semarang, untuk menjaga kebersihan guna mendukung wilayahnya menjadi Ikon Wisata China Town.

Menurutnya, untuk mewujudkan Pecinan menjadi Ikon Wisata China Town yang bersaing dengan kota-kota besar di dunia, warga dan para pedagang di kawasan itu diminta menjaga kebersihan hingga membuat para pengunjung menjadi nyaman.

Revitalisasi Kawasan Pecinan Semarang (Semawis) harus dilakukan semua pihak, baik pemerintah kota, warga, para pedagang dan penggiat wisata untuk menata kembali hingga dapat menjadi destinasi wisata bagi turis nusantara dan mancanegara yang datang ke Kota Semarang sebagai pintu masuk Jawa Tengah.

Irwan menuturkan, untuk menjadikan Kota Semarang menjadi Gerbang Pintu Masuk Wisata harus diawali dari kiprah Pemkot Semarang yang serius dan partisipasi warga di kawasan itu..

Meski saat ini masih gagasan, namun Irwan sangat yakin gagasan itu ke depan bakal terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *