Gubernur Jateng Apresiasi Sido Muncul Gabungkan Padat Karya Dan Modern

SEMARANG[NuansaJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBk di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Rabu (10/9).

Kunjungan tersebut didampingi jajaran Pemprov Jateng di antaranya Asisten Pembangunan dan sejumlah OPD, serta dihadiri Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kapolres Semarang AKBP Ratna, dan Dandim Salatiga.

Direktur PT Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyambut langsung rombongan dan menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berserta rombongan tersebut.

Dia berharap pemerintah dapat memberikan bimbingan dan pendampingan agar perusahaan tetap sesuai aturan yang berlaku dan kinerjanya akan berjalan lebih baik.

“Kami ingin ada tim dari Pemprov yang membimbing soal lingkungan, perizinan, dan lainnya, supaya perusahaan ini ke depan kinerjanya lebih baik, sehat, dan tidak melakukan kesalahan. Kami berjanji untuk terus berbenah,” ujarnya.

Irwan juga menitipkan harapan terkait penyelamatan Rawa Pening serta pengembangan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai pintu masuk wisatawan ke Jawa Tengah.

Menurur Irwan, pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif untuk menyelamatkan Rawa Pening dari kerusakan ekologis yang makin parah. Sejak 2016, pihaknya telah merintis teknologi pelet biomassa berbahan tanaman invasif seperti eceng gondok sebagai solusi energi alternatif ramah lingkungan.

Irwan menambahkan, pengelolaan Rawa Pening tidak bisa dilakukan secara parsial, mengingat pemanfaatan sumber daya lokal bukan hanya mendukung konservasi, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekonomi lahan, dan menjadikan kawasan ini lebih berdaya guna.

Konservasi lingkungan, tutur Irwan, bukanlah kegiatan sekali jadi. Dibutuhkan kontinuitas, kemauan politik, dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami percaya, kalau semua pihak bersinergi dengan niat yang tulus, Rawa Pening bisa diselamatkan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga dunia usaha dan masyarakat,” tutur Irwan.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat Terma Cenderamata dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

Pihaknya kini sedang berusaha untuk mengurangi populasi tanaman eceng gondok di Rawa Pening dan mengubahnya menjadi sumber bahan bakar baru.

“Rawa Pening ini luasnya 2.700 hektare. Namun kemampuan menampung air hanya 20 juta meter kubik. Bandingkan dengan Sun Moon Lake di Taiwan yang hanya 827 hektare namun memiliki kedalaman hingga 30 meter sehingga memiliki kemampuan volume air lebih besar,” ujar Irwan.

Irwan menuturkan, kemampuan daya tampung adalah karena sedimentasi dan tumbuhnya gulma eceng gondok. Sedimentasi itu terutama disebabkan akar eceng gondok. Berbagai langkah kreatif untuk memanfaatkan eceng gondok lebih bernilai ekonomis, ternyata tak bisa menekan pertumbuhan eceng gondok yang tiap hari sudah dibersihkan itu.

Irwan menyebutkan, jika upaya pembersihan Rawa Pening sukses dilakukan, danau alam ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru yang me-nasional. Bahkan bisa menjadi kompetitor danau toba atau Sun Moon Lake di Taiwan.

“Semarang punya potensi besar untuk menjadi gerbang wisata nasional maupun internasional,” tuturnya.

Irwan menyambut baik bandara Jenderal Ahmad Yani kini statusnya kembaIi sebagai bandara internasional.

Dengan bandara internasional, Jawa Tengah akan mampu mewujudkan jadi kota wisata utama. Apalagi, Jateng memiliki banyak potensi wisata yang diunggulkan.

“Harus ada lokomotifnya. Kita harus mulai dari Semarang sebagai pintu masuk wisatawan ke Jateng. Semarang sendiri sudah punya banyak wisata,” ujar Irwan.

Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata daerah itu butuh kolaborasi kuat antara berbagai pihak, baik peran pemerintah daerah, asosiasi, pengusaha, konten kreator, dan masyarakat umum. Jawa Tengah telah memiliki semuanya, termasuk aksesbilitas yang bagus.

“Kita coba terus promosikan Jateng kepada wisatawan, tapi lantas jangan terus bergantung pada wisatawan mancanegara. Wisatawan domestik justru lebih potensial,” tutur Irwan.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan Sido Muncul merupakan contoh investasi yang menggabungkan padat karya dengan teknologi modern.

“Jawa Tengah punya tenaga kerja yang kompetitif, dan di sini kita lihat perpaduan padat karya serta teknologi yang sangat baik. Tenaga manusia tetap dibutuhkan, sehingga investasi ini juga berdampak besar bagi penyerapan tenaga kerja,” tutur Luthfi.

Menurutnya, Pemprov Jateng akan terus memastikan iklim investasi sehat dan ramah lingkungan.

“Dinas tenaga kerja, lingkungan hidup, hingga pengawasan lain akan terus kami lakukan agar perusahaan berjalan tanpa komplain dan taat hukum. Semoga kunjungan ini menjadi daya ungkit bagi investor lain untuk menanamkan modal di Jawa Tengah,” ujarnya.

Luthfi menambahkan, bakal menggenjot investasi di sektor padat karya di wilayahnya. Sebab, sektor tersebut dinilai mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Jawa Tengah itu padat karya kita utamakan, karena tenaga kerjanya kompetitif, dan ini sudah berjalan pada Sido Muncul. Makanya saya tertarik dialog dengan mereka. Di samping menggunakan teknologi, tenaga manusia atau sumber daya manusia sangat diperlukan,” tutur Luthfi.

Dari sisi tenaga kerja, tutur Luthfi, Sido Muncul telah melakukan pemberdayaan potensi masyarakat sekitar. Industri padat karya ini memiliki jumlah karyawan kurang lebih 3.000 orang. Bahkan operasional pabriknya juga tetap dipadukan penggunaan teknologi, sehingga menjadi model pengembangan yang sangat bagus.

Kunjungan tersebut ditutup dengan ramah tamah bersama jajaran direksi dan karyawan Sido Muncul.

Perusahaan jamu legendaris itu menyajikan hidangan khas yang sudah bertahan lebih dari 50 tahun, sekaligus menjadi simbol keberlanjutan warisan budaya Jawa Tengah yang kini mendunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *