DPRD Kota Semarang Ajak Warga Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan

SEMARANG[NuansaJateng] – DPRD Kota Semarang mengajak masyarakat di ibukota Jateng ini untuk mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan menjaga kelestarian alam mulai dari lingkungan terkecil di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan bangsa sesuai kapasitas masing-masing. Bahkan aksi kolektif para pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga sangat penting.

“Saat kita ramah kepada lingkungan, maka lingkungan juga akan ramah kepada kita. Karena itu menjaga lingkungan menjadi kewajiban bersama, minimal dimulai dari lingkungan rumah masing-masing,” ujar Pilus panggilan akrab Kadarlusman dalam dialog Prime Topic yang mengusung tema ‘Pembangunan Berwawasan Lingkungan’ yang di gelar di Lobby Quest Hotel Semarang, Kamis (1/10).

Dialog yang dipandu oleh moderator Dendi Ganda, selain menghadirkan nara sumber Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, juga Plt Kepala Bappeda Kota Semarang Sugeng Hartanto dan Guru Besar Manajemen Lingkungan Undip Semarang Prof Sudharto P Hadi.

Menurut Pilus, pembangunan harus berfokus secara merata, tidak menumpuk di pusat kota, namun juga di wilayah lain hingga diharapkan mampu mendorong keseimbangan antara ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, tutur Pilus, maka semua kegiatan pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Dampak adanya pembangunan tidak terlepas ancaman pencemaran lingkungan, baik yang terjadi di tanah, udara, sungai, maupun  laut.

“Hal ini juga menjadi tantangan bagi kita semua, bagaiamana Pemerintah Kota Semarang bersinergi dengan DPRD dan lembaga-lembaga dalam melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan dari adanya aktivitas manusia,” tutur Pilus.

Pilus menambahkan, kegiatan aspirasi masyarakat sebagai wajib pajak memiliki hak tuntutan untuk pembangunan  lingkungan yang lebih baik, bahkan menjadi bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menyerap pandangan, kebutuhan, serta harapan masyarakat di berbagai wilayah.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan bangsa sesuai kapasitas masing-masing.

“Kita harus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa sesuai bidang yang kita tekuni. Setiap warga memiliki peran dalam mendorong kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Senada Plt Kepala Bappeda Kota Semarang Sugeng Hartanto mengatakan pembangunan berwawasan lingkungan memerlukan pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, hendaknya pembangunan tersebut tidak boleh merusak lingkungan.

Menurutnya, kebijakan-kebijakan Pemkot Semarang untuk mempersiapkan perencanaan pembangunan jangka panjang, difokuskan untuk mendorong pembangunan berwawasan ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam RPD, Pemkot Semarang telah menyusun berbagai program kebijakan sesuai misi Walikota yang mengutamakan ekonomi hijau. Dalam program tersebut, tiap melakukan pembangunan harus berwawasan lingkungan dan mengacu pada keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

“Ekonomi hijau merupakan bagian dari transformasi ekonomi yang akan direncanakan pelaksanaan dan pencapaian target global hingga 2045. ” ujar Sugeng Hartanto.

Dia menambahkan, saat ini sudah dilakukan perbaikan dalam mekanisme pengendalian dan pengawasan pembangunan dan kelestarian lingkungan hingga diharapkan nilai indek kualitas lingkungan hidup bisa menjadi indikator kinerja utama sebagai bentuk komitmen pemerintah kota dalam melakukan pemeliharaan, perlindungan kualitas, atau fungsi lingkungan hidup.

Sementara itu, Guru Besar Manajemen Lingkungan Undip Semarang Prof Sudharto P menyatakan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam perlu kolaborasi seluruh pihak sejak dari perencanaan hingga pelaksanaan, sebagai upaya agar tercipta pembangunan yang berwawasan lingkungan, serta sebagai antisipasi dampak lingkungan seperti banjir, rob dan lainnya.

Menurutnya, masalah lingkungan dewasa ini sudah menjadi ancaman secara global, bukan saja di wilayah kota Semarang, terutama di kawasan pantura.

“Dalam upaya antisipasi dampak masalah lingkungan ini, Syaratnya, seluruh pihak terkait di daerah ini memiliki keinginan dan komitmen bersama untuk berkolaborasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan,” tutur Prof Sudharto.

Prof Sudharto mengingatkan penurunan muka tanah di wilayah pesisir Kota Semarang terus menjadi ancaman serius yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Bahkan dia menilai laju industrialisasi dan ekspansi pembangunan di kawasan Pantai Utara (Pantura) memiliki hubungan erat dengan semakin parahnya fenomena amblesan tanah.

Industri, lanjutnya, menjadi salah satu pengguna terbesar air tanah dalam di wilayah pesisir Semarang. Sementara itu, eksploitasi air tanah dalam selama ini dikenal sebagai salah satu faktor utama penyebab penurunan muka tanah.

Prof Sudharto menjelaskan, persoalan yang dihadapi Kota Semarang tidak hanya sebatas amblesan tanah. Fenomena tersebut kini beriringan dengan kenaikan muka air laut yang menyebabkan banjir rob semakin sering terjadi, meluas, dan bertahan lebih lama di kawasan pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *