Baznas Jateng Berperan Tangani Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
SURAKARTA[NuansaJateng] – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng dinilai memiliki peran penting dalam menurunkan stunting dan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Intervensinya adalah program-program yang tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Sekretaris Daearh (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno mengatakan persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani bersama. Karena itu, Baznas diharapkan dapat memberikan porsi bantuan maupun perhatian yang lebih kepada daerah-daerah miskin ekstrem.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Jumlah penduduk miskin Jateng pada Maret 2024 tercatat sebanyak 3,7 juta orang atau 10,47%. Turun sebanyak 8,72 juta  orang atau 0,30% dibandingkan Maret 2023 yang mencapai 3,79 juta orang. Sedangkan untuk angka kemiskinan ekstrem, turun dari 1,97% pada 2022 menjadi 1,11% pada 2023.
“Beberapa kabupaten dengan angka kemiskinan tinggi berkontribusi pada angka kemiskinan Provinsi Jateng. Seperti Brebes, Wonosobo, dan Kebumen angkanya masih di atas Jateng,” ujarnya Sumarno saat membuka rapat koordiansi Baznas Kabupaten/Kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), di Hotel Swiss Belinn Saripetojo Solo, Jumat (13/9).
Guna percepatan penurunan kemiskinan ekstrem, Pemprov Jateng akan semakin meningkatkan kolaborasi bersama Baznas dan stakeholder terkait lain. Pihaknya terus mengidentifikasi kebutuhan-kebutahan maupun potensi yang bisa  dikembangkan di daerah kategori miskin ektrem.
Sumarno menambahkan, Baznas Jateng juga menggencarkan beragam program pencegahan stunting. Termasuk melalui kolaborasi dan intervensi yang melibatkan lintas sektor. Berdasarkan rilis Survei Kesehatan (SKI), prevalensi stunting Jateng mengalami penurunan. Yakni dari 20,8% pada 2022 menjadi 20,7% pada 2023.
Sementara itu, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji menuturkan Zakat dapat dikoordinir dengan baik, dan mempunyai potensi yang luar biasa bagi pembangunan masyarakat Jateng.
Berbagai program telah dilakukan Baznas untuk mengentaskan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan stunting di Jateng. Sebab, masih banyak persoalan perlu ditangani Jateng, namun kekuatan APBD Jateng terbatas.
“Untuk itu perlu sinergi dan kolaborasi antarbadan pengelola zakat bersama semua pemerintah daerah. Kita harus bareng-bareng bekerja keras untuk mewujudkan potensi zakat Jateng menjadi kenyataan,” tuturnya.
Sejak 2022, tutur Darodji, Baznas Jateng telah berkiprah secara aktif mendukung penanganan kemiskinan ekstrem di wilayahnya, dengan cara menyalurkan berbagai program bantuan.
Bahkan pengentasan kemiskinan, program yang digulirkan adalah memberikan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, jambanisasi, bantuan sembako, beasiswa, bantuan penanggulangan bencana, bantuan modal usaha bagi mustahik produktif, pelatihan usaha mustahik, dan sebagainya. (rs)
