Bank Sampah Di Sriwulan Demak Akan Dikembangkan Di Seluruh Pedesaan

DEMAK[NuansaJateng] –  Keberhasilan Bank Sampah Sriwulan Indah Sejahtera (BSSIS) dalam meningkatkan nilai tambah sampah rumah tangga di wilayah Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung akan dikembangkan di seluruh wilayah pedesaan Kabupaten Demak.

Ketua Bank Sampah Sriwulan Indah Sejahtera (BSSIS)  Dra Hj Choirotun Salafiyah Rodli MPd I mengatakan kehadiran bank sampah di Sriwulan sangat mendukung upaya realiasasi program zero waste (sampah habis) di desa yang diharapkan dapat mencegah munculnya dampak buruk dari sampah yang berserakan dan mengotori lingkungan.

“Menurut informasi dari Pemkab Demak dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH), program bank sampah di desa Sriwulan akan dikembangkan di setiap pedesaan di seluruh wilayah Demak,” ujar Choirotun, Selasa (3/12).

Menurutnya, kehadiran BSSIS selain mendukung realisasi program zero waste (sampah habis) di desa Sriwulan sekaligus juga merupakan perwujudan warga dalam upaya berpartisipasi membebaskan wilayahnya dari berbagai dampak buruk dari sampah yang berserakan atau di buang di sembarang tempat.

Salain itu, lanjutnya, rangkaian kegiatan bank sampah juga untuk memanfaatkan jeda waktu warga terutama ibu-ibu rumah tangga disela kesibukannya sehari-hari dengan tidak membuang sampah secara sembarangan atau mengumpulkan sampah untuk dipilah-pilah sebelum disetorkan ke bank sampah.

Dia menambahkan, sampah yang dikumpulkan warga sebelum disetorkan ke bank sampah dipilah dan dipisahkan berdasarkan jenis, di antaranya plastik, kertas, kardus, kaleng, besi  dan campuran .

Oleh BSIS, tutur Choirotun , sampah yang sudah terkumpul berdasarkan jenis itu dibeli oleh pengepul dan uangnya dikembalikan kepada warga, biasanya dana hasil pengumpulan sampah digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Khusus sampah berjenis plastik ditampung oleh Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) Kabupaten  Demak melalui Bank Sampah Induk (BSI) Demak.

Hingga akhir Oktober lalu BSIS Sayung berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak  7.000 kg lebih , kertas  4100 kg dan kaleng /besi 5300 kg. Oleh Pemkab Demak bank sampah ini akan dikembangkan ke seluruh wilayah pedesaan.

Plt Sekretaris DLH Pemkab Demak  Dr Sudarwanto yang juga Ketua BSI menuturkan  sampah plastik itu, akan dijadikan bahan baku produk batako yang dimanfaatkan untuk membangun tanggul pesisir agar warga yang berdomisili di kawasan pantai tidak terganggu genangan air laut saat  pasang (rob)

“Karena dari kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya, selain ada unsur pemberdayaan kegiatan bank sampah juga mengandung unsur edukasi warga agar menjalani hidup bersih dan lingkungannya bebas sampah, masyarakat di seluruh wilayah Demak akan kami dorong mendirikan bank sampah di tiap desa,”  tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *