Awal 2025 Telah Terjadi Enam Kecelakaan di Perlintasan KA
SEMARANG[NuansaJateng] – Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo, mengatakan kegiatan sosialisasi harus terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian Kereta Api Indonesia terhadap keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api.
“Di wilayah Daop 4 Semarang terdapat sebanyak 372 perlintasan, dengan jumlah perlintasan sebidang dijaga sebanyak 203 perlintasan, perlintasan sebidang tidak dijaga sebanyak 139 perlintasan, dan perlintasan yang tidak sebidang baik itu flyover maupun underpass sebanyak 30 perlintasan,” ujar Franoto, saat hadir ditengah kegiatan menyambut Hari Buruh Sedunia, di kawasan Hasanuddin Semarang, Kamis (1/5).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang memastikan juga akan melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak dijaga sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Langkah ini diambil mengingat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan bermotor di perlintasan sebidang, yang sering kali berujung pada korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana perkeretaapian.
KAI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan sebagai regulator, serta aparat kewilayahan seperti TNI dan Polri dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Berdasarkan data tahun ini di wilayah Daop 4 Semarang, hingga 30 April 2025 telah terjadi enam kecelakaan di perlintasan sebidang, yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan satu orang luka ringan. Sementara itu, sepanjang 2024 tercatat 26 kecelakaan di perlintasan sebidang, menyebabkan 14 orang meninggal dunia, lima orang luka berat, dan 14 orang luka ringan.
Angka kecelakaan tersebut menunjukkan diperlukan langkah tegas dan serius untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak dijaga. KAI berharap semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dapat berperan aktif dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang.
“Kepedulian semua pemangku kepentingan, termasuk para pengguna jalan, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di sekitar jalur kereta api. Keselamatan warga masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutur Franoto.
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2025, Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang bersama Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) DPD 4 Semarang menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di kawasan Jalan Hasanudin, Semarang. (rs)
