Agustina Genjot Pendirian 177 Koperasi Merah Putih Untuk Perkuat Ekosistem Pangan

SEMARANG[NuansaJateng] – Pemerintah Kota Semarang mempercepat penguatan ketahanan pangan dengan menargetkan pembangunan 177 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai pusat distribusi bahan pangan pokok.

Program ini menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan sekaligus mendorong kemandirian pangan di tingkat kelurahan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan KKMP hadir sebagai terobosan besar dalam menciptakan sistem distribusi pangan yang modern dan efisien.

“Target kami mendirikan 177 pergudangan atau gerai KKMP di seluruh Kota Semarang. Sebanyak 38 koperasi perintis sudah menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian masyarakat,” ujar Agustina saat meninjau Gudang Logistik KKMP Kelurahan Sampangan, Rabu (26/11).

Sebanyak 38 KKMP yang beroperasi hingga Oktober 2025 berhasil membangun ekosistem pangan yang lebih terjangkau dan efisien.

Dengan modal Rp448 juta dan 4.566 anggota aktif, koperasi tersebut menciptakan model distribusi yang mengutamakan kepentingan warga.

Agustina mencontohkan keberhasilan KKMP Gedawang yang berkembang menjadi pusat distribusi, sekaligus ruang belajar bagi masyarakat untuk berinovasi dan meningkatkan kapasitas bisnis.

Program KKMP telah memberi hasil substantif di berbagai bidang, di antaranya:

  • Pemerataan akses pangan dengan harga lebih terjangkau
    • Penguatan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja
    • Efisiensi distribusi yang memangkas rantai pasok menengah
    • Pemberdayaan komunitas melalui kepemilikan dan pengelolaan kolektif

Untuk memperkuat keberlanjutan program, Pemkot Semarang menerapkan strategi pendukung berupa pendampingan manajemen, peningkatan kapasitas SDM, dukungan permodalan, integrasi layanan digital, serta kemitraan dengan berbagai stakeholder.

Pemkot Semarang menargetkan percepatan pembangunan pergudangan dan gerai KKMP di seluruh kelurahan.

Langkah ini menandai fase baru percepatan program ketahanan pangan kerakyatan.

“Kami membangun fondasi kuat untuk sistem ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Keberhasilan KKMP perintis menjadi blueprint bagi pengembangan di wilayah lainnya,” tutur Agustina.

Melalui pemberdayaan komunitas dan kolaborasi lintas sektor, Kota Semarang semakin mengukuhkan diri sebagai pionir dalam membangun sistem pangan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (rs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *