Purnakaryawan P & K Jateng Jangan Berhenti Mengabdi Untuk Masyarakat
SEMARANG[NuansaJateng] – Para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) di Jawa Tengah jangan berhenti mengabdi di masyarakat, terutama di bidang pendidikan.
Ketua Perkumpulan Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Provinsi Jawa Tengah Dr Sudarto MA mengatakan meski usia sudah tidak muda lagi dan sudah memasuki masa purna tugas, anggota IPPK harus tetap bersemangat dalam mengabdi kepada masyarakat terutama pada jalur pendidikan.
“Mari kita jadikan IPPK sebagai wadah para purnakaryawan P&K di Jateng sebagai wadah untuk bersilaturahmi untuk memelihara profesionalisme dan kekeluargaan,” ujar Sudarto disela resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Perkumpulan Insan IPPK
di kampus SMP Purnama 3, Jl Siliwangi Semarang, Senin (29/7).
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan salah satu pengurus IPPK Jateng Drs Gatot Bambang Kustowo dalam acara itu, Sudarto mengajak para pengurus perkumpulan IPPK memanfaatkan potensi anggota-anggotanya.
Momentum HUT ke 51 IPPK sekarang ini, lanjutnya, diharapkan dapat membangkitkan semangat pengurus dan anggota untuk meningkatkan peran organisasi agar tetap bermanfaat bagi anggota dan masyarakat.
Dia menambahkan, agar hal itu terwujud maka pengurus IPPK harus dapat mewujudkan 5A di pada diri anggota, maksudnya anggota IPPK “Awake waras, Ati seneng tenterem, Awet Urip, Ana Gunane dan Akeh manunggale”.
Tekad 5A itu, menurutnya, akan mendorong semangat warga IPPK yang memiliki pengalaman panjang dalam mengabdi pada bidang pendidikan akan tetap berdaya guna sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam membangun dunia pendidikan.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Drs Sunarto MPd menuturkan, masih ada lahan sangat luas di bidang pendidikan yang dapat dimanfaatkan para anggota IPPK dalam melanjutkan pengabdiannya.
Dia menambahkan, komposisi jumlah satuan pendidikan tingkat menengah di Jateng yang dikelola masyarakat atau swasta lebih besar dari yang dikelola pemerintah atau berstatus negeri.
“Dari seluruh satuan pendidikan yang ada, 41,7% berstatus negeri, selebihnya dikelola masyarakat. Disinilah warga IPPK dapat menyumbangsihkan dan mendayagunakan potensinya,” tuturnya.
