Kepala OJK Jateng Sumaryono

Sepanjang 2024, OJK Terima 1.106 Pengaduan Masyarakat

SEMARANG[NuansaJateng] – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah hingga Desember 2024 menerima sebanyak 1.106 pengaduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Berdasarkan jenis aduan terbanyak sektor Perbankan 631 pengaduan, Pembiayaan 177 pengaduan, Asuransi 96 pengaduan, LJK Lainnya 188 pengaduan dan Non LJK 20 laporan.

Kepala OJK Jateng Sumaryono mengatakan masih banyaknya pengaduan yang masuk ini. Meski masih banyak pengaduan yang masuk OJK berupaya keras untuk menurunkan jumlah pengaduan.

OJK, lanjutnya, senantiasa  melakukan  kegiatan edukasi secara masif kepada masyarakat.  Hingga akhir Desember 2024 telah melaksanakan kegiatan 186 edukasi kepada masyarakat termasuk pelajar dan pelaku UMKM dengan total peserta 56.881 orang.

“Masyarakat yang tertipu dapat melakukan pengaduan melalui kontak 157, Kontak 157 lainnya melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) di kontak157.ojk.go.id, telepon 157, whatsapp 081157157157, dan email konsumen@ojk.go.id,” ujar Sumarjono, Selasa (25/2).

Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan, Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah (KOSG) bersama Kantor OJK di bawah koordinasi KOSG dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di level Provinsi serta Kabupaten/Kota telah melaksanakan sosialisasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) di wilayah Jawa Tengah pada 18 Februari 2025.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh lebih dari 550 perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di Jawa Tengah.

GENCARKAN ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia serta untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas keuangan sehingga dapat mengambil keputusan finansial yang tepat dan terhindar dari berbagai kasus kejahatan finansial.

Selain itu, GENCARKAN mencakup kegiatan edukasi dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan dengan melalui 6 prinsip yaitu masif, merata, sinergi, terarah, terukur dan berkelanjutan.

“Kami berharap  sosialisasi  pelaksanaan GENCARKAN di Jawa Tengah dapat berjalan efektif dan menghasilkan peningkatan tingkat literasi dan inklusi bagi masyarakat Jawa Tengah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” tuturnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *