Kendaraan Pemudik di Tol Kalikangkung Naik Signifikan Capai 1.900 Unit Per Jam
SEMARANG[NuansaJateng] – Â Arus kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah mulai meningkat tajam. Data dari Pos Pengamanan menunjukkan trafik kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung melonjak dari rata-rata 900 kendaraan per jam pada pagi hari menjadi 1.400 hingga 1.900 kendaraan per jam pada sore hari, Senin (16/3).
Lonjakan ini menjadi sinyal awal padatnya arus mudik Lebaran 2026 di jalur utama Tol Trans Jawa.
Arus kendaraan dari arah barat atau Jakarta yang masuk ke Kota Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung tercatat terus mengalami peningkatan sepanjang hari.
Kepala Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung, Dimas Arief Wicaksono mengatakan lonjakan volume kendaraan sudah terlihat sejak pagi.
Menurutnya, pada pagi hari jumlah kendaraan yang melintas berada di kisaran 900 kendaraan per jam. Namun menjelang sore, trafik meningkat signifikan hingga mencapai 1.400 sampai 1.900 kendaraan per jam.
“Volume kendaraan tersebut dilayani oleh 17 gardu tol yang beroperasi di Gerbang Tol Kalikangkung,” ujarnya.
Antisipasi Antrean
Untuk mengantisipasi antrean panjang saat arus mudik meningkat, pengelola tol mengoperasikan total 17 gardu tol di GT Kalikangkung, meliputi
- 8 gardu utama exit tol
• 9 gardu tambahan atau gardu satelit
Pembukaan gardu tambahan ini dilakukan guna mempercepat proses transaksi kendaraan yang keluar dari jalan tol, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi kemacetan panjang di pintu keluar tol yang menjadi salah satu simpul penting arus mudik nasional.
Petugas juga menghimbau pengendara untuk memastikan saldo kartu elektronik atau e-toll mencukupi sebelum memasuki jalan tol agar tidak terjadi hambatan transaksi di gerbang tol.
Kapolri Tinjau Kesiapan Mudik
Lonjakan arus kendaraan di Kalikangkung turut menjadi perhatian langsung Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang meninjau kesiapan pengamanan mudik di lokasi tersebut.
Dalam kunjungannya, Kapolri memastikan seluruh infrastruktur, sistem pengamanan, serta kesiapan personel telah disiapkan untuk menghadapi lonjakan kendaraan selama musim mudik Lebaran 2026.
Dia juga menerima paparan dari pihak operator tol mengenai kondisi jalur serta strategi pengelolaan arus lalu lintas.
Paparan tersebut disampaikan oleh pihak PT Jasa Marga yang menjelaskan kondisi operasional tol serta kesiapan menghadapi arus mudik tahun ini.
Prediksi Arus Mudik  Turun 1,75%
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa berdasarkan analisis sementara, volume arus mudik tahun ini diprediksi mengalami sedikit penurunan.
“Diperkirakan terjadi penurunan sekitar 1,75%n dibandingkan tahun sebelumnya,” tutur Kapolri.
Meski demikian, aparat Kepolisian tetap menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Siapkan Strategi Pengamanan
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menuturkan, jajarannya telah menyiapkan berbagai skema pengamanan serta pelayanan maksimal bagi masyarakat selama arus mudik.
Salah satu inovasi yang disiapkan adalah layanan Sipolan, sistem komunikasi berbasis WhatsApp yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan kepolisian.
“Melalui Sipolan kami berharap dapat memberikan pelayanan cepat dan tepat serta menciptakan komunikasi yang lebih akrab antara masyarakat dan polisi,” ujar Kapolda.
Dengan berbagai langkah tersebut, Kepolisian berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali meskipun volume kendaraan terus meningkat. (rs)
