Sido Muncul Konsisten Jaga Keberlanjutan Perusahaan Lintas Generasi
JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kosisten akan terus berupaya menjadi perusahaan berkelanjutan, di tengah teknologi dan penelitian menjadi kunci agar warisan herbal tetap relevan di sistem kesehatan modern.
Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan pengembangan produk herbal berbasis riset memiliki implikasi strategis bagi daya saing ekonomi nasional.
Disisi lain, Irwan memaparkan fondasi nilai (value) perusahaan di hadapan sejumlah investor dan komunitas. Bahkan dia menegaskan, agenda tersebut bukan membahas rencana bisnis maupun informasi material, melainkan sejarah dan sistem yang menopang keberlanjutan perusahaan lintas generasi.
“Bukan investor. Teman-teman komunitas ini kebetulan ada yang investor. Saya ingin menceritakan sejarah dan pengalaman supaya mereka mengerti Sido Muncul bukan hanya yang tangible, tapi yang intangible. Di balik angka-angka itu ada yang kami kerjakan,” ujarnya dalam acara Gathering di House of Jamu, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2).
Dalam forum itu, Irwan turut menghadirkan para generasi keluarganya sebagai simbol kesinambungan usaha. Dia bagian dari generasi ketiga yang menyaksikan langsung perjalanan perusahaan dari fase awal modernisasi.
“Saya ini pelaku sejarahnya. Saya yang menyaksikan bagaimana nenek saya membangun Sido Muncul. Sekarang sudah masuk generasi keempat,” tuturnya.
Menurut Irwan, banyak pelaku pasar mengenal Sido Muncul dari fundamental keuangan. Namun dia menilai, aspek intangible seperti disiplin mutu, pengalaman menghadapi isu reputasi, serta konsistensi menjaga warisan resep menjadi fondasi yang tidak selalu terlihat di laporan keuangan.
Menyinggung pengalaman, tutur Irwan, saat produk terdampak label Prop 65 Warning di California. Peristiwa tersebut, menjadi momentum untuk memperketat prosedur pengujian setiap batch produk.
“Sejak peristiwa itu, setiap batch saya tes. Kalau ada klaim, kami punya sertifikat analisa, punya sampel, bisa tes ulang. Sekarang ini orang bisa foto, share, jadi perkara. Kalau kita tidak siap bukti, bisa habis,” ujarnya.
Irwan menambahkan, pengujian mencakup residu pestisida, aflatoksin, logam berat, DNA, cemaran EGDE hingga paparan radioaktif Cs-137. Setiap batch disertai sertifikat analisa dan sampel simpan untuk keperluan verifikasi apabila muncul klaim di publik
“Harapan saya kekayaan alam Indonesia ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Itu yang saya perjuangkan,” tuturnya.
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman obat yang sangat melimpah, menjadikannya salah satu negara dengan potensi besar dalam penyediaan bahan baku obat tradisional dan modern.
Berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, secang, sambiloto, dan kayu putih telah lama dimanfaatkan sebagai bahan utama aneka minuman termasuk jamu, dan obat herbal.
“Kami tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional, tetapi juga memastikan setiap produk harus terjaga kualitasnya, termasuk Tolak Angin yang didukung oleh penelitian ilmiah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen agar produk yang diminum benar-benar aman, berkualitas, dan bermanfaat,” ujar Irwan.
