Sido Muncul Perkuat Riset Ilmiah Dan Jaga Kualitas Produk

UNGARAN[NuansaJateng] –  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menegaskan semua produk herbal perusahaan berbasis riset ilmiah dan kini menjadi fondasi utama dalam pengembangan usaha.

Perusahaan menerapkan standarisasi ketat, uji toksisitas, hingga uji khasiat sebelum produk beredar dan dikonsumsi masyarakat.

Bahkan melalui penguatan riset ilmiah, Sido Muncul terus melakukan langkah strategis perusahaan dalam menjaga kualitas dan keamanan produk herbal.

Setelah 12 tahun membangun pabrik di Bergas, Kabupaten Semarang, Sido Muncul meresmikan fasilitas produksi pada 2002 dan langsung menjalani uji toksisitas sebelum melangkah ke uji klinis.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan setelah lolos uji toksisitas, dilanjutkan uji khasiat bersama Universitas Diponegoro (Unip) Untuk memastikan keamanan dan khasiat.

“Perusahaan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) dan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dalam serangkaian penelitian yang mencakup uji toksisitas, uji mutu bahan baku herbal, hingga uji khasiat,” ujar Irwan saat menerima kunjungan pimpinan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM di Agro Wisata Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarng, Kamis (22/1).

Menurutnya, tantangan berikutnya bukan sekadar membuktikan khasiat, tetapi mendorong jamu agar diterima dokter sebagai pendamping obat farmasi maupun sebagai obat alternatif.

Karena itu, tutur Irwan, Sido Muncul mengadopsi pendekatan industri farmasi tanpa meninggalkan jati diri jamu tradisional.

“Kami ingin dokter tertarik menggunakan jamu sebagai pendamping obat. Tradisi minum jamu harus tetap hidup, tetapi berbasis ilmu pengetahuan,” tutur Irwan.

Selain riset, Irwan menambahkan, kesejahteraan karyawan sebagai kunci keberhasilan Sido Muncul. Dia menganggap seluruh karyawan sebagai duta perusahaan.

Manajemen membangun lingkungan kerja yang membuat karyawan merasa aman, dihargai dan bahagia.

“Karyawan tidak pernah kami sakiti. Hubungan baik selalu kami jaga. Bisnis harus memberi ketenteraman hati dan kontribusi nyata,” ujarnya.

Memasuki usia 75 tahun, Sido Muncul juga meluncurkan kemasan produk bertema promosi pariwisata Indonesia.

Irwan juga mengisyaratkan produk jamu tidak boleh mengklaim penyembuhan penyakit tertentu. Karena itu, literasi jamu terus diperkuat, terutama di kalangan tenaga medis, agar pemahaman herbal berkembang secara ilmiah dan bertanggung jawab.

Irwan menyampaikan rasa senang dan sebuah kehormatan bagi Sido Muncul dengan kunjungan FKKMK UGM.

”Kunjungan FKKMK UGM ini membuat saya senang sekali dan sebuah kehormatan. Karena bagi saya, memang dalam mengelola Sido Muncul ini ya nomor satu itu ilmiah,” tuturnya.

Kegiatan kunjungan FKKMK UGM itu menjadi bagian dari persiapan Rapat Kerja Tahunan 2026 sekaligus upaya memperkuat inovasi pendidikan tinggi.

Dekan FKKMK UGM Prof dr Yodi Mahendradhata MSc PhD FRSPH mengatakan pihaknya memperoleh banyak pelajaran dari Sido Muncul.

“Kami belajar banyak tentang hilirisasi, inovasi teknologi kesehatan, dan kewirausahaan. Ini menjadi bahan edukasi penting bagi mahasiswa,” ujarnya.

UGM selama ini aktif membangun kolaborasi dengan Sido Muncul, termasuk dalam edukasi kedokteran herbal.

Melalui sinergi akademisi dan industri, Sido Muncul menegaskan perannya sebagai pelopor jamu modern berbasis ilmiah yang tetap berakar pada tradisi Indonesia.

Pengembangan produk herbal berbasis riset ke depan memiliki implikasi strategis bagi daya saing ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *