Tolak Angin Gelar Operasi Katarak Gratis Untuk 100 Pasien di Putussibau Kalbar
UNGARAN[NuansaJateng] – Sepanjang 15 tahun terakhir ini, sejak 2011 Tolak Angin unggulan produk PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) tetap berkomitmen dalam kepedulian dengan terus menggelar Bhakti Sosial Operasi Katarak Gratis untuk masyarakat di berbagai daerah.
Kali ini Sido Muncul bekerja sama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Kalimantan Barat, kembali mengadakan operasi katarak gratis untuk 100 penderita katarak di wilayah Putussibau, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat, 8 Mei 2026.
Hingga saat ini Sido Muncul bersama Perdami dan sejumlah Rumah Sakit di daerah telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Untuk 2026 ini sejak Januari – Mei telah berhasil mengoperasi 375 mata.
Bantuan senilai Rp150 juta secara simbolis melalui virtual diserahkan oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat kepada Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Paulus Miki SFarm.
Penyerahan ini disaksikan langsung oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Sudarso SPd MM, dan Asisten Perekonomian Triwati SP Msi.
Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan komitmen peduli kemanusiaan ini adalah langkah nyata Tolak Angin dalam menekan angka penderita katarak di Indonesia yang terus melonjak setiap tahunnya.
Irwan menambahkan, pendanaan untuk aksi sosial ini tidak hanya bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR), melainkan juga dialokasikan dari anggaran iklan perusahaan. Menurutnya, membantu sesama adalah bagian dari napas bisnis Tolak Angin.
“Kalau kata orang yang kami lakukan adalah CSR, bagi kami ini lebih dari itu. Dana yang digunakan juga berasal dari anggaran iklan. Semua tujuannya satu: memberi kontribusi bagi masyarakat, mulai dari promosi pariwisata, operasi katarak, bibir sumbing, hingga penanganan stunting,” ujar Irwan.

Bahkan ke depan, Sido Muncul berencana melebarkan sayap bantuan sosialnya untuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Irwan menuturkan, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia, hingga masyarakat diharakan agar tidak lagi merasa takut atau memiliki persepsi negatif terhadap tindakan operasi.
“Saya menghimbau masyarakat untuk menghilangkan ketakutan terhadap operasi katarak. Ini adalah satu-satunya jalan untuk sembuh. Bayangkan, jika seseorang kehilangan penglihatan, 50% kualitas hidupnya hilang. Kami ingin mereka bisa melihat dunia kembali dengan cerah dan produktif lagi,” tutur Irwan.
Bagi Irwan, keberlangsungan sebuah usaha tidak hanya diukur dari aspek finansial semata, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk operasi bibir sumbing gratis dan bantuan penanganan stunting.
”Sebuah usaha bisa sukses dan langgeng kalau bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Ini cara saya berpromosi sambil membantu. Jadi, saya menggunakan seluruh kemampuan dana Sido Muncul untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat,” ujar Irwan.
Selain memberikan bantuan medis, Irwan juga melakukan edukasi untuk menghapus stigma negatif dan ketakutan masyarakat terhadap prosedur meja operasi.
Bhakti sosial ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Kehadiran Tolak Angin di Putussibau diharapkan menjadi pemicu bagi pihak swasta lainnya untuk turut serta membangun kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota.
Dengan pulihnya penglihatan para pasien, diharapkan mereka dapat kembali beraktivitas normal dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga melalui mata yang sehat.
Sido Muncul pun memastikan akan terus bekomitmen menjaga kesehatan bangsa melalui berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan.
