Tak Terdampak Tarif Tambahan, Sido Muncul Terus Genjot Pasar Ekpsor
SEMARANG[NuansaJateng] – Pasar ekspor produk PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tidak terdampak oleh pengenaan tarif tambahan 32% yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump untuk produk Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat (AS).
Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan bisnis ekspor Sido Muncul tidak terdampak dengan kenaikan tarif tambahan 32% dari kebijakan AS, mengingat kontribusi pasar AS masih relatif sangat kecil, sehingga tidak ada dampak material terhadap total kinerja ekspor perseroan.
Sido Muncul, tutur David, kini terus memacu penjualan ekspor di sisa tahun ini. Perseroan menargetkan ekspor bisa tumbuh lebih baik dibanding 2024.
Optimisme tersebut sejalan dengan realisasi kinerja ekspor Sido Muncul yang tercatat tumbuh 28% selama Kuartal I-2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Pencapaian ini relatif stabil sesuai dengan ekspektasi kami. Ekspor Sido Muncul telah meluas hingga lebih dari 30 negara, dengan fokus pertumbuhan di Asia Tenggara serta Afrika,” ujar David, Rabu (9/7).
Di tengah ketidakpastian global dan domestik ini, Sido Muncul berkomitmen untuk menjaga ketersediaan produk dan kualitas yang sudah dikenal oleh konsumen, sembari tetap mempertahankan daya saing di pasar.
Tahun ini, David menambahkan, manejemen Sido Muncul menargetkan pertumbuhan kinerja mengalami peningkatan 10%.
Target ini, tutur David, akan dicapai melalui perluasan pasar domestik dan ekspor di berbagai negara.
“Kami secara konservatif menargetkan pertumbuhan double digit, minimal 10% baik pada pendapatan maupun laba bersih,” tutur David.
Menurutnya, untuk mendukung realisasi target sebesar itu, perusahaan akan memperluas distribusi sekaligus menghadirkan produk minuman dan suplemen berbasis herbal yang didesain untuk generasi Z dan milenial.
“Generasi tersebut saat ini masih membuka peluang pasar cukup besar untuk produk Sido Muncul dan akan kami jangkau melalui penetrasi pasar digital,” ujarnya.
Bahkan ekspansi pasar ekspor juga akan terus diperluas. Saat ini, Sido Muncul telah memasarkan produknya ke negara-negara Semenanjung Arab, Economic Community of West African States (ECOWAS) dan kawasan Indochina.
“Ke depan, Vietnam dan Thailand akan menjadi target negara fokus ekspansi Sido Muncul berikutnya,” tutur David.
David menambahkan, sepanjang lima tahun terakhir, penjualan ekspor Sido Muncul mengalami pertumbuhan rata-rata dua digit, dengan pertumbuhan ekspor 2024 sebesar +36% YoY, didorong oleh negara fokus kami yaitu Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
“Kontribusi ekspor terhadap total penjualan kami juga terus meningkat, dari 2% di tahun 2020 menjadi 7% di 2024,” tuturnya.
