Sido Muncul Siap Luncurkan Produk Minuman Berpemanis Non-Karbonasi

SEMARANG[NuansaJateng] –  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bakal meluncurkan produk minuman berpemanis non-karbonasi yang lebih sehat, sebagai upaya untuk memenuhi tren konsumen muda serta memperluas pasar di segmen Gen Z dan milenial.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan Sido Muncul akan mengarap produk baru untuk pangsa pasar gen Z dan milenial. Selain gencar melakukan perluasan ekspor.

“Pada 2025 ini, kami akan terus melakukan inovasi untuk mendevelop produk baru yang sesuai dengan tren masa kini khususnya untuk pangsa gen Z dan milenial,” ujar David, Kamis (19/6).

Langkah ini, tutur David,  merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengantisipasi dinamika industri minuman serta membidik peluang pertumbuhan jangka menengah, terutama setelah pemerintah membatalkan rencana penerapan cukai minuman berpemanis.

Pembatalan kebijakan cukai minuman berpemanis adalah katalis positif bagi industri. Sido Muncul memiliki potensi pertumbuhan yang cukup bagus di segmen minuman, khususnya ready to drink (RTD).

“Kami akan terus mengembangkan distribusi RTD, terutama menjelang musim kemarau dan libur panjang,” tutur David.

Strategi yang diterapkan untuk mencapai hal tersebut, di antaranya ekspansi pasar digital. Ini dilakukan untuk menjangkau konsumen muda, kaum milenial dan generasi Z, selain pengembangan produk. Pada 2025 Sido Muncul akan meluncurkan 2-3 produk baru sesuai dengan kebutuhan konsumen dan hasil inovasi ilmiah.

Sido Muncul, David menambahkan, tidak hanya fokus pada volume, tetapi juga mengedepankan inovasi produk dengan pendekatan nilai tambah dan kesehatan.

“Kami menyiapkan pipeline produk minuman berpemanis non-karbonasi yang lebih sehat dan sesuai tren pasar. Produk baru ini ditargetkan untuk memperluas jangkauan konsumen Gen Z dan milenial,” ujarnya.

Mengacu pada data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), potensi pertumbuhan industri minuman berpemanis di Indonesia diperkirakan mencapai 6% per tahun.

Sido Muncul pun memanfaatkan tren ini untuk memperbesar pangsa pasar di segmen RTD.

“Kami melihat peluang besar di segmen value-for-health, di mana herbal dan RTD bisa saling berkonvergensi,” tutur David.

Dari sisi pengembangan produk, Sido Muncul mengintegrasikan pendekatan research and development berbasis konsumen, termasuk reformulasi dengan pengurangan gula tanpa mengurangi rasa.

“Inovasi akan difokuskan pada pengembangan formulasi fungsional, seperti penggabungan ekstrak herbal alami, untuk diferensiasi produk dan memberikan nilai tambah,” ujarnya

Untuk memperluas pasar, Sido Muncul juga akan memperkuat distribusi melalui kanal tradisional dan modern, serta meningkatkan penetrasi ke pasar digital.

“Kami juga akan memperkuat pemasaran berbasis digital untuk meningkatkan awareness dan memperluas preferensi konsumen atas produk kami,” tutur David.

Selain itu, tutur David, perseroan akan terus menggalakkan ekspor dengan ekspansi ke pasar negara baru yang potensial. Meski tidak disebutkan negara baru yang akan dituju.

Namun, David optimistis perusahaan dapat mencetak tren kinerja positif sepanjang 2025 dan bakal berupaya terus untuk memperluas distribusi baik di pasar lokal maupun internasional.

“Untuk peningkatan laba perusahaan kami secara terus menerus melakukan efisiensi di semua lini. Kami masih optimistis kinerja tahun ini lebih bagus dari tahun lalu,” ujarnya.

Disisi lain, David menambahkan, Sido Muncul terus berupaya mempertahankan sebagai market leader untuk pasar herbal melalui penguatan brand awareness.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *