Sido Muncul Optimisme 2025 Pendapatan dan Laba Tumbuh 5%

JAKARTA[NuansaJateng] – Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk optimisme target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sepanjang 2025 bakal naik, di tengah tantangan lemahnya daya beli masyarakat.

Direktur Sido Muncul Budiyanto mengatakan Sido Muncul menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 5% sepanjang 2025, setelah direvisi dari sebelumnya target perseroan 10%.

“Targetnya 5% untuk pertumbuhan pendapatan dan laba bersih Sido Muncul,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/10).

Sebelumnya, Sido Muncul merevisi turun target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan lantaran ketegangan geopolitik pertengahan tahun lalu, seiring menurunnya daya beli masyarakat.

Ke depannya, tutur Budiyanto, Sido Muncul bakal menargetkan pertumbuhan penjualan di sejumlah negara baru. Bahkan hingga saat ini, produk-produk Sido Muncul sudah menjangkau 30 negara.

Budiyanto menambahkan, produk Tolak Angin Sido Muncul masih menjadi produk andalan yang mendorong laju pendapatan Sido Muncul,  Namun, perusahaan tidak menutup kemungkinan bakal memproduk sejumlah produk baru.

“Jika penerimaan masyarakat ke depan terus meningkat, poduk-produk baru bisa segera diluncurkan dan bisa booming,” tuturnya.

Berdasarkan kinerja Semester I-2025, pendapatan Sido Muncul menurun 3,70% year on year (YoY) menjadi Rp1,82 triliun dari Rp1,89 triliun pada periode yang sama 2024.

Menurunnya pendapatan Sido Muncul disebabkan oleh tiga segmen penjualan yang kompak melemah bersamaan selama periode tersebut. Pada segmen jamu herbal dan suplemen, misalnya, Sido Muncul membukukan penjualan yang turun tipis dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,07 triliun pada periode yang berakhir Juni 2025.

Begitu juga segmen makanan dan minuman yang hanya mampu mencatatkan penjualan senilai Rp686,48 miliar dan segmen farmasi senilai Rp62,85 miliar. Hingga hasilnya, sejalan dengan penurunan tersebut, laba bersih perseroan turut terkoreksi 1,31% YoY dari Rp608,49 miliar pada periode semester I/2024 menjadi Rp600,46 miliar pada periode Januari–Juni 2025.

Budiyanto menuturkan, lemahnya kinerja Sido Mucul sepanjang paruh pertama 2025 terutama diakibatkan  melemahnya daya beli masyarakat yang menghantui kinerja perekonomian nasional.

Namun beruntung, musim hujan yang cukup panjang pada Kuartal II-2025 mampu memberikan peningkatan penjualan terhadap segmen jamu herbal Sdido Muncul.

Sido Muncul, tutur Budiyanto, optimistis paruh kedua akan lebih baik, didukung peluncuran produk baru di segmen herbal dan F&B serta masuknya Sido Muncul ke beberapa pasar ekspor baru.

Ekspor produk Sido Muncul, tutur Budiyanto, tumbuh 17% year-on-year pada Semester I -2025 dan kontribusinya naik menjadi 10% dari total penjualan, dibandingkan 7% pada 2024.

“Kami berharap ekspor bisa semakin menopang pertumbuhan, terutama dengan produk baru yang diluncurkan di luar negeri,” ujar Budiyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *