Sido Muncul Dorong Edukasi Herbal Sebagai Pendamping Obat

YOGYAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk berpartisipasi ikut serta dalam simposium dan workshop skala nasional tentang Rheumatology Osteoporosis dan Herbal Medicine Update IV 2024 yang digelar  Perhimpunan Reumatologi Indonesia (N-ROHMU) di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Sido Muncul terus mendukung pemanfaatan herbal di Indonesia. Karena itulah, perusahaan menggandeng beberapa akademisi untuk melakukan studi terkait produk herbal di bidang rheumatologi dan osteoporosis.

Dalam Simposium National Rheumatology Osteoporosis & Herbal Medicine Update VI 2024, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan pabrik Sido Muncul telah berbasis GMP yang akan menghasilkan produk terstandarisasi untuk mendukung dua bidang tersebut.

“Di pabrik ini kami bisa memisahkan zat yang ada di tumbuhan hingga bagian terkecil. Misalnya kunyit. Kami punya alatnya bagaimana mengisolasi kunyit sampai menjadi single isolate, yaitu curcuminoid,” ujar Irwan.

Menurutnya, untuk menunjang pengobatan rematik dan osteoporosis) Sido Muncul memiliki dua suplemen dan berbasis  herbal seperti temulawak, kunyit, daun meniran, daun kelor dan lainnya, seperti Sari Kunyit dan Calci Bone.

Sido Muncul Calci Bone mengandung daun kelor (moringa), kalsium, vitamin K2, magnesium, dan vitamin D3 yang bermanfaat membantu menjaga kesehatan tulang, mencegah osteoporosis dan problem tulang lainnya, seperti nyeri karena rematik, kerapuhan tulang, dan melengkapi kebutuhan kalsium, vitamin, dan magnesium sehari-hari.

Selain sebagai suplemen untuk pendamping obat farmasi, suplemen ini memiliki efek samping yang minimal bagi orang dengan gangguan pencernaan dan masalah lambung.

Irwan menambahkan, ada pula produk yang mengandung vitamin B3, minyak ikan, vitamin E, dan kalsium untuk masyarakat yang membutuhkan kandungan tersebut dalam pengobatan.

“Biasanya orang yang lanjut usia terutama wanita kurang kalsium, sehingga tulangnya mudah patah. Makanya yang utama sebenarnya pola makan supaya kuat tulangnya,” tutur Irwan.

Irwan sebagai salah satu pembicara pada kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari tersebut juga memberikan edukasi terkait produk jamu yang bisa dikonsumsi sebagai pendamping obat.

“Supaya para dokter spesialis penyakit dalam yang hadir kemarin paham tentang produk-produk jamu. Saya mau memperkenalkan ini loh Sido Muncul,” ujar Irwan.

Dalam agenda tersebut, Irwan mencontohkan, seorang kawannya menderita penyakit lambung yang sudah menahun. Sebab menderita penyakit tersebut, Irwan mengungkapkan, temannya tidak makan sembarangan.

“Diberikan obat kan mahal, asam lambung kumat. Terus tak kasih tahu, tak suruh minum kunyit supaya asam lambungnya turun. Selain belajar makan daging, harus makan yang cukup. Kalau nggak makan ya jadi osteoporosis, lama-lama begitu. Penyerapan kalsiumnya kurang” tutur Irwan.

Symposium & Workshop National ini digelar sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan antara ilmu-ilmu dasar dan klinik di bidang reumatologi, osteoporosis dan obat herbal. Selain itu, juga untuk meningkatkan kegiatan penelitian, pengetahuan, pelayanan paripurna, dan mutakhir di bidang reumatologi, osteoporosis dan obat herbal.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti ratusan peserta dari kalangan dokter subspesialistik yang menangani penyakit rematik dan osteoporosis, dokter spesialis penyakit dalam, dokter dan apoteker serta tenaga kesehatan lainnya

Irwan menuturkan, kehadirannya dalam Symposium & Workshop National Rheumatology Osteoporosis & Herbal Medicine Update VI 2024 untuk memperkenalkan manfaat obat herbal dan industri jamu di Indonesia secara keseluruhan.

“Saya datang untuk menjelaskan kepada para dokter yang kebanyakan spesialis penyakit dalam tentang industri jamu. Sebagai pihak dalam industri jamu, saya memperkenalkan Sido Muncul. Di situ (Seminar) saya bicara jamu bisa digunakan sebagai pendamping,” ujar Irwan.

Irwan menambahkan, ada banyak sekali tanaman herbal atau obat herbal yang bermanfaat bagi Kesehatan tubuh, sebagai pendamping pengobatan osteoporosis, penurun asam lambung sampai pendamping masalah diabetes. Tentu dengan produksi yang baik dan benar, terstandar dan lulus uji toksisitas.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Gadjah Mada (UGM) , dr Nyoman Kertia menuturkan kemajuan pengetahuan kedokteran dasar dan klinis di dua bidang rheumatologi dan osteoporosispun semakin pesat.

“Para dokter pun perlu menambah wawasan terkait produk herbal karena ia dapat menjadi alternatif untuk pengobatan medis,” ujar dr Nyoman.

Menurutnya, diperlukan banyak biaya untuk pengobatan rematik dan osteoporosis. Belum lagi masalah efek samping yang kerap hadir karena mengonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang.

“Meskipun obat herbal belum bisa gantikan obat kimia karena sifatnya mendampingi obat kimia. Jadi saya pilih Sido Muncul karena kualitas produknya bagus,” tutur dr Nyoman.

Setiap produk Sido Muncul telah melalui uji quality control sesuai dengan aturan BPOM. Mulai dari tes aflatoksin, tes cemaran mikroba, tes logam berat, tes pupuk dan pestisida, dan tes DNA (bebas bahan haram) untuk memastikan bahwa produk aman digunakan.

Selain itu, produk Sido Muncul juga telah mendapatkan sertifikasi halal MUI, HACCP, GMP, dan ISO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *