RSUD Moewardi Bakal Beri Layanan Laparascopy

SEMARANG[NuansaJateng] – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi Surakarta terus meningkatkan mutu, sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Teranyar, rumah sakit Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut sedang menyiapkan rancangan inovasi layanan Laparascopy Robotic Surgery.

Rancangan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur RSUD dr Moewardi Surakarta Cahyono Hadi saat bertemu Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana di kantornya, Rabu (31/7).

“Kita sudah melakukan tindakan operasi di RSUD dr Moewardi dengan laparascopy, tetapi masih dengan tenaga manusia. Rencana ke depan kita ingin menggunakan robotic, karena bisa lebih presisi dan lebih akurat,” ujar Cahyono seusai bertemu Pj Gubernur Jawa Tengah.

Hingga kini, lanjutnya, belum ada rumah sakit milik pemerintah yang memiliki layanan laparascopy robotic surgery. Sejauh ini layanan tersebut baru dimiliki oleh sekitar dua rumah sakit swasta di Indonesia. Maka dari itu infrastruktur penunjang dan sumber daya manusia (SDM) harus disiapkan lebih dahulu.

“Kita berencana menyediakan alat itu. RSUD dr Moewardi sudah punya tenaga atau sumber daya manusia yang akan mengoperasikan alat tersebut,” tuturnya.

Guna memperdalam persiapan tersebut, direksi dan tim dokter spesialis akan menjajaki kerja sama dengan King Chulalongkorn Memorial Hospital dan Faculty of Medicine Chulalongkorn University (MDCU), Thailand. Sebab, di negara itu sudah memiliki teknologi canggih dan dijadikan sebagai pusat pendidikan pelatihan untuk 50 negara.

“Kita juga sudah sering melakukan pertukaran ilmu dengan King Chulalongkorn Memorial Hospital,” ujar Cahyoo.

Dia berharap, RSUD Moewardi menjadi rumah sakit unggulan dan terdepan di Jawa Tengah. Selain itu juga bisa menjadi pioner dalam hal pelayanan.

Dalam pertemuan tersebut, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menuturkan, inovasi dalam pelayanan harus optimal. Apalagi ini menyangkut perihal layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Persiapannya harus matang. Kita harus siap dulu. Baik dokter, perawat, maupun fasilitas harus siap. Masyarakat juga harus diberikan edukasi,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *