Pertamina Proyeksikan Permintaan BBM Gasoline Libur Nataru Bakal Naik 5,6%
SEMARANG[NuansaJateng] – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memproyeksikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) permintaan BBM Gasoline (Premium dan Pertamax ) bakal naik sekitar 5,6%.
“Permintaa Gasoline naik sekitar 5,6%, tapi Gasoil (solar, Dexlite, Pertamina Dex) turun 4% hingga 4,7%, sejalan dengan pembatasan kendaraan pengangkut logistik non bahan pokok serta penurunan aktivitas industri menjelang akhir tahun,” ujar Executive General Manager Pertamina Patra Niaga JBT, Fanda Chrismianto dalam konferensi pers Kesiapan Pertamina jelang Satgas Nataru di Semarang, Selasa (9/12).
Sedangkan permintaan Avtur, tutur Fanda, meningkat sekitar 1,6% untuk mendukung potensi penerbangan tambahan (non-regular flight),untuk permintaa LPG 3 kg diperkirakan naik 3,13%, sedangkan Bright Gas melonjak hingga 19%.
Untuk mendukung kelancaran pasokan energi selama libur Nataru, Pertamina membentuk Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.
Jika tahun sebelumnya Satgas Nataru dimulai pada awal hingga pertengahan Desember, maka tahun ini Satgas memulai operasi sejak 13 November 2025, dan akan berlangsung hingga 11 Januari 2026.
“Percepatan pelaksanaan Satgas dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur dan suplai energi dalam kondisi optimal sebelum puncak mobilitas masyarakat,” tuturnya.
Fanda mengatakan provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu pusat pergerakan terbesar pada Nataru, baik sebagai tujuan mudik maupun jalur transit utama menuju wilayah timur Pulau Jawa.
Untuk itu, Pertamina menyiapkan berbagai layanan pendukung, yakni 267 SPBU dan 14 SPBU modular di rest area yang belum memiliki SPBU permanen. Sebanyak 59 mobile storage dan mobil tangki siaga di titik-titik rawan macet untuk mempercepat suplai.
Selain itu, juga 19 Motoris Pertamina yang dapat dipanggil melalui Call Center 135 bagi kendaraan yang kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di perjalanan.
Selain itu juga Serambi MyPertamina sebagai ruang istirahat gratis bagi pemudik di berbagai rest area dan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), serta Penguatan suplai di Integrated Terminal Pengapon Semarang, salah satu fasilitas distribusi terbesar di JBT, “Semua layanan ini bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis,” ujar Fanda.
Fanda menambahkan, keberhasilan pengamanan pasokan energi selama libur Nataru bergantung pada sinergi berbagai pihak.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Energi (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto menuturkan, untuk mendukung kelancaran libur Nataru pihaknya akan membuka posko terpadu guna melaporkan kondisi lalu lintas, harga bahan pokok, ketersediaan energi, serta potensi bencana kepada Gubernur.
“Semua laporan disampaikan kepada gubernur setiap sore agar situasi selalu terkendali,” ujarnya.
Agus menambahkan, juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem, banjir, longsor, serta peningkatan aktivitas gunung api.
“Ada gunung berapi yang saat ini menyimpan puluhan ribu material di dalamnya yang dikhawatirkan bisa saja meletus,” tuturnya. (rs)
