Perlu Sinergi Legislatif Dan Media Massa Untuk Wujudkan Parlemen Modern

SEMARANG[NuansaJateng] – Media massa menjadi bagian penting dalam penguatan demokrasi dan parlemen modern ke depan, di tengah upaya DPRD Jateng berkeinginan mewujudkan parlemen modern, sehingga membutuhkan dukungan semua pihak, terutama media massa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah Dadang Somantri mengatakan untuk mwujudkan parlemen modern diperlukan sinergi antara lembaga legislatif dan media massa.

“Kami melihat media massa tetap menjadi pilar dalam pentahelix untuk keberhasilan pembangunan, karena kita tidak bisa meninggalkan media massa yang sangat dibutuhkan,” ujarnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD), di Soeboer Kitchen, Semarang, Selasa (10/12).

FGD yang mengusung tema Sinergi Lembaga Legislatif dan Media Massa Untuk Menguatkan Demokrasi dan Parlemen Modern itu dipandu oleh moderator Devi Permatasari dari RRI, selain menghadirkan nara sumber (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah Dadang Somantri, juga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, Amir Machmud dan  Dosen Ilmu Komunikasi Undip Semarang, Dr Lintang Ratri Rahmaji.

Menurut Dadang, kegiatan bertajuk Sinergi Lembaga Legislatif dan Media Massa untuk Penguatan Demokrasi dan Parlemen Modern memberikan pencerahan, seiring perkembangan dunia digital yang kian cepat.

Media massa, lanjutnya, menjadi bagian penting dari proses pembangunan. Sebab, keberadaan media massa seperti jembatan informasi yang menghubungkan semua lapisan masyarakat.

“Kita butuh jembatan itu, yang mampu menyentuh semua lapisan masyarakat. Saya sendiri tidak bisa menjangkau sampai ke bawah, sehingga media massa itu punya kekuatan yang didukung oleh wartawan dengan narasi yang mudah diterima semua kalangan,” tuturnya.

Namun, tutur Dadang, keberadaan media massa kini memiliki tantangan yang cukup besar, di antaranya hadirnya sejumlah media sosial yang menjadi akses informasi yang sulit dinilai akurasinya.

“Dengan demiikian, media massa memiliki tantangan untuk mengeliminasi informasi dari media sosial yang cenderung hoaks. Nah, sekarang bagaimana teman-teman jurnalis itu, bisa memberikan informasi kepada masyarakat dengan baik dan benar,” ujarnya.

Menurutnya, fungsi kebersamaan dua entitas (legislatif & media massa) memang perlu dibangun untuk menguatkan demokrasi ke depanr.

Senada Ketua PWI Jateng Amir Machmud menilai, media massa saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Tidak hanya sebatas koran, radio, atau televisi, tapi juga informasi yang cepat melalui media digital.

“Fungsi kebersamaan dua entitas (legislatif dan media massa), memang perlu dibangun untuk menguatkan demokrasi saat ini,” tutur Amir.

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi Undip Semarang, Dr Lintang Ratri Rahmaji menuturkan, perkembangan digital yang cepat saat ini harus tetap membuat media massa sebagai tolok ukur kebenaran informasi.

“Dalam hal ini, kebijakan yang dibuat (legislatif) juga perlu melibatkan masyarakat (termasuk media massa). Karena, selama ini jarang sekali kalangan dewan yang melibatkannya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *