Pendidikan Karakter Anak Tanggung Jawab Semua Pihak

SEMARANG[NuansaJateng] – Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH MHum menegaskan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat dan media harus peduli dalam mengelola lingkungan yang mendidik.

“Agar anak bisa berperilaku baik, paham sopan santun itu tidak hanya menjadi tugas guru, tapi lingkungan keluarga dan masyarakat juga harus menciptakan ekosistem pendidikan. Semua harus berperan dalam menanamkan karakter terhadap diri anak,” ujar Budiyanto dalam sarasehan pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kota Semarang di Hotel Candi Indah, Sabtu (6/12).

Sarasehan yang mengusung tema ‘Pendidikan Karakter Sebagai Benteng dan Solusi Untuk Kemajuan Bangsa’ itu, Budiyanto memaparkan
pentingnya ekosistem pendidikan.

Dia menilai aktivitas anak di luar lingkungan sekolah dan keluarga juga harus menjadi perhatian masyarakat. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan karena masyarakat lepas kontrol.

Salah satu kontrol masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan, lanjutnya, bisa dilakukan dengan mengawasi dan jika perlu membubarkan aktivitas anak usia sekolah nongkrong di tepi jalan.

“Pendidikan karakter ini membutuhkan waktu 24 jam, sekolah, keluarga dan masyarakat sangat mempengaruhi perkembangan karakter anak,” tuturnya.

Hadirnya generasi yang berkarakter saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa tidak harus dipenuhi agar bangsa Indonesia ke depan menjadi bangsa yang maju. Karena pada generasi yang berkarakter itu melekat semangat dan sikap jujur, bertanggung jawab dan disiplin. Ketiga hal itu akan mencegah berjangkitnya nafsu serakah sekaligus menepis perilaku manipulatif dan koruptif.

“Maraknya perilaku manipulatif dan koruptif seperti yang terjadi sekarang ini akibat dari terabaikannya pendidikan karakter yang menjadikan diri seseorang menjadi mahluk yang serakah ,” ujarnya

Maka dari itu, dia meminta agar para kepala sekolah dan komite sekolah agar memperhatikan pergaulan anak setelah pulang sekolah. Akan lebih baik memberikan pendidikan dan pelajaran tambahan di luar sekolah.

Menjawab pertanyaan dari peserta, Budiyanto menekankan peran Dewan Pendidikan untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah, sehingga kolaborasi antara sekolah dengan keluarga.

“Dewan Pendidikan ini sebagai partner yang memberikan masukan dan saran kepada kepala daerah dalam menentukan kebijakan,” tutur Budiyanyo.

Terkait adanya tekanan guru dalam mendidik terbatas dan bahkan terhalang adanya undang-undang perlindungan anak, dia menyatakan undang-undang tersebut juga harus diimbangi dengan undang-undang perlindungan terhadap guru.

Budiyanto juga mengapresiasi pernyataan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti yang menyatakan guru sebagai benteng masa depan bangsa, “Wali kota sudah benar dan dengan tegas menyatakan bahwa guru adalah benteng masa depan bangsa,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, berbagai macam profesi lahir karena jasa guru yang mengajar membaca, menulis menghitung dan menanamkan nilai-nilai, sehingga anak tumbuh dengan pengetahuan, dan karakter yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *