LBM Energi Baru Indonesia Siap Dirikan Pabrik di KEK Batang

BATANG[NuansaJateng] – PT LBM Energi Baru Indonesia yang memproduksi Lithium Iron Phosphate (LFP) asal China, memutuskan untuk melakukan ekspansi ke KEK Industropolis Batang.

Untuk tahap pertama, PT LBM Energi Baru Indonesia menanamkan investasi senilai Rp1,5 triliun.

“Hadirnya PT LBM di KEK Industropolis Batang adalah bukti nyata bahwa kawasan ini dipercaya oleh pemain global kelas dunia. Kami bangga Batang kini menjadi bagian penting dari rantai pasok energ baru dunia, sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional,” ujar Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan.

Ngurah mengatakan PT LBM Energi Baru Indonesia Batang akan membangun pabriknya diatas lahan seluas 31,72 hektare yang dibagi ke dalam tiga fase pengembangan.

Nantinya, proyek investasi ini diproyeksikan bakal menyerap hingga 1.000 tenaga kerja yang mengisi pos-pos produksi dan pengembangan.

“Luas lahan yang akan ditempati itu 31,72 hektar. Diproyeksikan bakal menyerap 1000 tenaga kerja,” tuturnya.

PT LBM Energi Baru Indonesia Batang berencana untuk mengembangkan fasilitas produksi serta pusat riset dan pengembangan (Research & Development) di Kabupaten Batang.

“LBM berencana untuk mengembangkan fasilitas produksi serta pusat riset dan pengembangan (Research & Development) di Kabupaten Batang.,” ujarnya.

Di Kabupaten Batang, PT LBM Energi Baru Indonesia Batang akan memproduksi 150.000 ton LFP dan 150.000 ton FP per tahun, dengan tujuan utama pasar ekspor mancanegara.

“Disini nanti produksinya 150.000 ton LFP dan 150.000 ton FP per tahunnya. Targetnya pangsa pasar mancanegara,” tuturnya.

Ngurah menambahkan, kehadiran PT LBM bakal mendorong inovasi pengembangan baterai dalam negeri yang pada akhirnya menjadi penopang ekosistem kendaraan listrik, kapal listrik, motor listrik, hingga sistem penyimpanan energi masa depan.

“Saya yakin dengan hadirnya LBM bakal mendorong inovasi pengembangan baterai dalam negeri yang pada akhirnya menjadi penopang ekosistem kendaraan listrik, kapal listrik, motor listrik, hingga sistem penyimpanan energi masa depan,” tuturnya.

CEO PT LBM Energi Baru Indonesia Batang, Washington Feng menuturkan, fasilitas KEK dan keringanan fiskal menjadi alasan perusahaan itu melakukan ekspansi ke Kabupaten Batang.

“Di sini ada pelabuhan yang bisa mendukung aktivitas ekspor-impor kami ke depan. Fasilitas di sini juga cukup lengkap untuk mendorong proses produksi dan yang jelas cost-nya lebih kecil,” ujarnya.

PT LBM Energi Baru Indonesia Batang menargetkan fasilitas R&D di KEK Industropolis Batang bisa menelurkan 100 hak paten untuk teknologi LFP di Indonesia.

“Ke depan, kami juga akan bekerja sama dengan beberapa kampus dari mulai riset, produksi, dan penjualan di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih menyambut baik investasi dari PT LBM Energi Baru Indonesia.

Bahkan proyek ini bukan hanya sekadar investasi biasa, melainkan langkah strategis dalam transisi energi bersih.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Batang siap untuk mendukung penuh untuk masuknya investor-investor besar ke Batang. Dan juga siap menyediakan pelatihan vokasi yang relevan dan mumpuni,” ujar PJ Sekda Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih.

Adanya pabrik-pabrik yang telah berdiri di KEK Industropolis Batang, Sri berharap putra putri Batang bisa ikut terlibat dan tumbuh bersama di dunia industri.

“Kita lihat saja perkembangan KEK Batang yang begitu pesat dan makin banyak pabrik yang berdiri. Jadi  harapan kami, sebanyak mungkin putra-putri Batang bisa terlibat dan tumbuh bersama di dunia industri,” tuturnya.

Sebelumnya, PT LBM Energi Baru Indonesia telah mendirikan pabrik di KEK Kendal pada 2024 silam. Di lokasi pertama, perusahaan itu fokus untuk memproduksi katoda LFP.

Namun PT LBM Energi Baru Indonesia Batang akan memproduksi LFP dan FP. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *