Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen

Jateng Kaji Kawasan Industri Halal, Kalangan Pesantren Bisa Dilibatkan

DEMAK[NuansaJateg] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengkaji pengembangan kawasan industri halal, sebagai upaya untuk penguatan ekonomi syariah di wilayahnya.

Dalam rencana tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen ingin kalangan pesantren ikut terlibat dalam membangun ekosistem industri halal di Jateng.

Menurutnya, pengembangan kawasan industri halal tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat muslim dalam menjalankan aktivitas konsumsi dan produksi yang sesuai prinsip syariah.

Rencana tersebut selaras dengan arah pembangunan Jawa Tengah 2027 yang menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan baru.

Taj Yasin menilai pondok pesantren memiliki potensi besar untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan kawasan industri halal.

Pesantren dinilai tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Bahkan dia berharap Pondok Pesantren Sulaimaniyah dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan kawasan industri halal di Jawa Tengah.

“Saya berharap juga nanti Pondok Pesantren Sulaimaniyah bisa ikut andil membesarkan kawasan industri halalnya kita. Nanti bareng-bareng, ini baru kita bahas,” ujar Taj Yasin saat acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin (18/5).

Sementara itu, Ketua Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Jawa Tengah, Dede Sarif Hidayatullah mengatakan pembangunan pesantren di Mranggen akan menjadi cabang ke-12 Sulaimaniyah di Jawa Tengah.

“Insyaallah di lokasi ini akan dibangun pondok pesantren putri dua lantai dengan kapasitas 80 santri dan juga TK Sulaimaniyah,” tuturnya.

Saat ini, tutur Dede, jumlah santri Sulaimaniyah di Jawa Tengah mencapai sekitar 800 orang. Pada 2025 lalu, sebanyak 88 santri dari Jawa Tengah juga memperoleh beasiswa pendidikan ke Turki.

Dia berharap keberadaan pesantren tersebut dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan ini semuanya menjadi keberkahan untuk negeri tercinta kita Indonesia,” ujarnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *