Jaga Ketahanan Pangan Nawal Yasin Terus Dorong Pemanfaatan Lahan Pekarangan
TEMANGGUNG[NuansaJateng] – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
Hal itu tidak hanya dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga, namun juga untuk mendukung pengendalian laju inflasi.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan “Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pemenuhan Pangan Keluarga dengan Protein Ikan”, hasil kerja sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng dengan TP PKK Jateng, di Kabupaten Temanggung, Rabu (20/5).
Menurut Nawal, pemanfaatan lahan pekarangan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, pengurangan pengeluaran rumah tangga, hingga membuka peluang tambahan pendapatan. Program tersebut sejalan dengan Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman, bersama PKK), yang mendorong pemanfaatan halaman rumah secara produktif.
“Ini adalah kegiatan mengendalikan inflasi, di antaranya dengan kita memanfaatkan lahan pekarangan sebagai satu sumber gizi. Kedua, untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan ketiga juga bisa menjadi income bagi keluarga tersebut,” ujar Nawal.
Dalam kegiatan itu, TP PKK Jateng bersama Bank Indonesia menyalurkan bantuan 100 unit budikdamber (budidaya ikan dalam ember) kepada masyarakat. Program tersebut memadukan budidaya ikan lele dengan penanaman sayuran kangkung di bagian atas ember.
Selain budikdamber, pihaknya juga memberikan bantuan bibit cabai kepada masyarakat. Menurut Nawal, cabai merupakan salah satu komoditas yang sering memicu inflasi akibat fluktuasi harga di pasaran.
Dengan demikian, lanjutnya, ketika masyarakat mampu menghasilkan cabai sendiri, permintaan di pasar tidak tinggi. Akibatnya, lonjakan harga bisa diminimalisasi, sehingga inflasi dapat terkendali.
“Jadi, kadang-kadang inflasi itu adalah kaitannya dengan bagaimana naik turunnya harga cabai. Sehingga pada hari ini kita memberikan bantuan juga,” tutur istri Wakil Gubernur Jateng.
Nawal berharap, program tersebut dapat berjalan berkelanjutan melalui pendampingan dan pembinaan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun kader PKK di daerah.
“Sehingga kita tempatkan di sini, dan nanti harapannya ini akan berkesinambungan. Saya minta untuk ada pengawalan atau pembinaan dari KWT-KWT di Temanggung ini,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan ikan lele dan bibit cabai itu bisa menjadikan ketahanan pangan sebagai program prioritas pada 2026.
Selain mendukung ketahanan pangan, Nawal juga mendorong kader PKK untuk mengampanyekan gerakan gemar makan ikan (Gemarikan) kepada masyarakat, termasuk melalui pengembangan olahan ikan yang lebih variatif.
“Bukan hanya bisa digoreng, tetapi juga bisa menjadi bakso ikan dan lain sebagainya. Ini bagaimana bisa mengedukasi kepada masyarakat juga untuk menu-menu yang variatif,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Nawal menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan terhadap program tersebut. Kolaborasi serupa juga akan dilakukan di sejumlah daerah lain di Jateng, seperti Semarang dan Karanganyar.
Dia menuturkan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Hal itu, menurutnya, telah terbukti melalui program Gerakan Ibu dan Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon) di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
“Dengan pengalaman yang sudah ada, untuk misalnya program Rabu Pon itu, ternyata berhasil ketika ada pendampingan,” tutur Nawal. (rs)
