HIPMI Jateng Dengan Bandara Ahmad Yani Jalin Kerjasama
SEMARANG[NuansaJateng] – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Tengah (HIPMI Jateng) menjalin kerja sama dengan Angkasa Pura (AP) I Bandara Ahmad Yani yang ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua belah pihak, Selasa (19/8).
Penandatanganan ini membuka peluang kolaborasi pengembangan sektor bisnis dan komersial, sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.
Ketua Umum HIPMI Jateng, Teddy Tirtayadi mengatakan kerja sama tersebut akan memberi dampak positif bagi perekonomian Jawa Tengah.
Menurutnya, HIPMI Jateng dengan 5.500 anggotanya siap berperan aktif dalam kolaborasi ini, terutama di sektor UMKM, otomotif, hingga peluang usaha di area bandara.
Dengan hadirnya rute internasional, lanjutnya, pasar UMKM akan semakin luas.
“Bandara ini salah satu pintu utama masuknya turis maupun investasi dari luar Jateng. Kami mengapresiasi dibukanya payung untuk kita mulai bekerja sama. Tujuan kami tentu mendorong pengusaha lokal agar mendapat tempat untuk mengembangkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara, General Manager AP I Bandara Ahmad Yani, Fajar Purwawidadi menuturkan, MoU ini mencakup berbagai sektor, mulai tenant F&B, retail, periklanan, hingga layanan cargo.
“Dalam MoU ini kita ingin bersama-sama mendorong potensi ekonomi Jawa Tengah. Anggota Hipmi bisa mengelola aset-aset yang ada, termasuk mendukung peningkatan kapasitas cargo internasional dan domestik,” tuturnya.
Kesepakatan tersebut juga diapresiasi oleh Airport Commercial Division Head AP I Bandara Ahmad Yani, Harja Margana.
“Kolaborasi antara Himpi dan bandara bisa jadi percontohan bagi bandara lain, bahwa memang harus menggandeng pengusaha setempat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Sinergitas BUMN dan BUMD Hipmi Jateng, Rivan Chriswasta menyebut MoU ini merupakan bagian awal dari agenda besar.
“Ini event kecil sebagai pemanasan untuk acara besar, yaitu BUMN dan BUMD Summit 2026. Nantinya, kami akan mengundang direktur-direktur BUMN dan BUMD agar anggota HIPMI bisa belajar langsung bagaimana mengelola perusahaan besar,” tuturnya. (rs)
