DPRD Jateng Berharap AI Dapat Menunjang Kinerja Jurnalis Di Era Digital

SEMARANG[NuansaJateng] – Dengan kehadiran  Artificial Intellegence (AI) akan berpengaruh terhadap perjalanan media massa, meski diharapkan bisa lebih menunjang kinerja jurnalis untuk mendukung transparansi publik.

Ketua DPRD Jateng Sumanto melalui Anggota komisi A DPRD Jateng Tietha Ernawati Suwarto mengatakan kualitas pemberitaan yang berimbang dan obyektif akan membantu kinerja legislatif.

“Dengan kehadiran AI diharapkan dan membantu kinerja jurnalis di era digital,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema ‘Sustainability Media Di Era Digital’ yang digelar atas kerjasama Wartawan dan DPRD Jawa Tengah, di Dreamlight World Media, Ungaran, Rabu (29/10).

Kegiatan FGD itu, selain Ketua DPRD Jateng Sumanto juga menghadirkan nara sumber CEO Info Media Digital Tempo Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika dan Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto.

Sumanto menyambut kegiatan ini secara positif dan berharap media massa dapat beradaptasi menyambut perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu pesat.

“Informasi dari media tetap selalu dibutuhkan masyarakat. Era digital ini tentu tuntutan media serba cepat dalam menyebarkan informasi,” tutur Sumanto.

Senada CEO Info Media Digital Tempo Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika menuturkan, media massa dan AI akan berjalan berdampingan sebagai sebuah tren kenajuan digital.

Namun, lanjutnya, tahap awal ini membutuhkan penyelarasan untuk bekerja saling melengkapi.

“Kita akan merumuskan strategi yang bisa kita pakai. Yang terjadi sekarang adalah sebuah tren media diselaraskan searah dengan berita di website. Jadi website berita tidak bisa sama dengan konten non jurnalisme. Tugas media padahal salah satunya melakukan kritik kepentingan publik termasuk DPRD,” tuturnya.

Menurutnya, dampak adanya AI akan berpengaruh terhadap perjalanan media massa. Kunci penting harus ada, AI dapat dimanfaatkan media untuk menjadikan informasi tersebar cepat dan valid.

“AI sebetulnya peluang tapi juga ancaman terhadap media. Maka, tantangan kita agar media dikunjungi tetap mempertahankan model lama untuk membantu menyampaikan informasi. Hanya saja, media di masa depan butuh mengikuti arus,” ujar Dhyatmika.

Disisi lain, dia menilai porsi belanja iklan pada platform berita cenderung turun dan beralih ke media yang kontennya searah dengan tujuan pemasangan produk.

Jadi iklan dan konten menyatu. Padahal pada platform media berita tidak bisa begitu karena ada garis api yang memisahkan antara iklan dengan berita.

“Media berita tidak bisa dikelola dengan cara begitu, mencampurkan iklan dengan konten,” tuturnya.

Untuk itu, tutur Dhyatmika, muncul konten-konten kreator yang tidak perlu tunduk pada tata cara pengelolaan pemisahan konten dengan iklan.

Padahal selama ini model bisnis yang dilakukan media berita dengan meraih iklan melalui nilai berita tidak lagi bisa dilakukan.

Faktanya jumlah pembaca media berita terus menurun, sehingga media berita butuh berbenah untuk kembali mendapat peluang meraih iklan.

“Sekarang tren-nya pengiklan lebih memilih media non berita, seperti Shopee, instagram, facebook dan lainnya,” ujarnya.

Sementara keberadaan AI begitu cerdas untuk menjawab kebutuhan pengguna. Bahkan saat ini sekitar 20% kebutuhan pengguna dapat ditangani oleh AI.

Dia mengatakan sejumlah penelitian memberikan gambaran bahwa dalam setahun ke depan AI akan menguasai 70% informasi.

“Jika benar begitu, sumber berita utama bukan lagi media arus utama, tetapi dari platform media sosial. Kondisi itu akan semakin memicu hoaks,” tuturnya.

Menurutnya, itulah yang akan menjadi tugas jurnalisme ke depan untuk menjadi penunjuk arah pada publik tentang informasi yang benar.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto menambahkan, AI telah menjadi perhatian lembaganya dalam kaitannya dengan kinerja jurnalisme.

“Jurnalis harus kembali kepada tugas utamanya dengan memberikan informasi yang benar dan akurat. Tetap menganut kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *