CEO PT Sido Muncul Pupuk Nusantara David Hidayat

Dirut Sido Muncul David Hidayat Kembali Borong 400.000 Saham SIDO

JAKARTA[NuansaJateng] – Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk David Hidayat kembali menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, David kembali membeli tambahan 400.000 saham Sido Muncul pada 13 Maret 2025 dengan harga pelaksanaan Rp 555,5 per saham.

David sebelumnya juga telah menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan, dengan memborong 3,65 juta saham SIDO senilai transaksi mencapai Rp2,05 miliar.

David menambah 1,15 juta saham di harga transaksi Rp555 per saham pada 7 Februari 2025. Kemudian pada 10 Februari, dia menambah lagi porsi kepemilikan sahamnya sebanyak 2,5 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 565 per saham, sehingga secara total, David menambah sebanyak 3,65 juta saham di Sido Muncul.

“Tujuan transaksi adalah investasi, dengan status kepemilikan saham langsung,” ujar Corporate Secretary Sido Muncul, Tiur Simamora, dalam keterangan resmi.

Sebelum transaksi ini, David memiliki 9.245.700 saham Sido Muncul (SIDO) atau setara 0,031% dari total saham yang beredar.

Setelah pembelian, kepemilikannya meningkat menjadi 9.645.700 saham, namun tetap setara 0,031% secara persentase.

Pada penutupan perdagangan Senin (17/3), saham SIDO tercatat berada di level Rp 540 per saham. Secara year-to-date (YTD), harga saham ini mengalami koreksi sebesar 8,47%.

Sebagai langkah strategis, Sido Muncul telah menyiapkan anggaran Rp 300 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback).

Dalam rencana buyback ini, Sido Muncul berencana membeli sekitar 1,5% dari total saham beredar, atau sekitar 450 juta saham.

Manajemen Sido Muncul menyatakan keputusan buyback didasarkan pada penilaian bahwa harga saham saat ini belum mencerminkan nilai wajar berdasarkan kinerja perusahaan.

“Perseroan membatasi harga pembelian kembali saham hingga maksimal Rp760 per saham, sesuai ketentuan POJK 29/2023,” tutur Tiur Simamora.

Sido Muncul optimistis memandang prospek bisnis pada 2025. Manajemen Sido Muncul secara konservatif dengan target pertumbuhan low double-digit di tahun ini, baik untuk pendapatan maupun laba bersih.

Untuk memaksimalkan laju bisnis di sepanjang 2025, Manajemen Sido Muncul masih akan fokus pada penetrasi pasar domestik dengan memperluas distribusi.

Strategi ini dilakukan untuk menjangkau generasi Z dan milenial melalui pasar digital, yang merupakan peluang besar untuk produk-produk Siddo Muncul.

Sido Muncul juga terus melakukan ekspansi ke pasar eskpor. Saat ini, Sido Muncul telah memasarkan produknya ke negara-negara semenanjung Arab, Economic Community of West African States (ECOWAS) dan kawasan Indochina.

Untuk tahun ini, Sido Muncul menargetkan kontribusi ekspor dapat meningkat menjadi 9%-10% dari total penjualan pada 2025.

Sido Muncul mencetak laba bersih Rp778,11 miliar hingga kuartal III/2024. Capaian ini meningkat 33% dari periode sama tahun lalu yakni Rp586,57 miliar.

Produsen jamu terbesar di Indonesia ini membukukan penjualan bersih Rp2,62 triliun atau tumbuh 11,42% dibandingkan realisasi kuartal III/2023 yang meraih Rp2,36 triliun.

David kini juga memiliki peran strategis di berbagai perusahaan. Dia menjabat sebagai Komisaris PT Muncul Mekar dan Direktur PT Muncul Putra Offet, PT Muncul Armada Rara dan PT Semarang Herbal Indo Plant.

Pada sektor pertanian dan farmasi, David merupakan Direktur Utama PT Sido Muncul Pupuk Nusantara dan PT Berlico Mulia Farma. Sementara di sektor perhotelan dia sebagai Direktur PT Chanti Hotel Aura Nusantara dan PT Hotel Candi Baru.

Dalam upaya meningkatkan kompetensinya, David mengikuti berbagai progam pengembangan professional, tersuk pemaparan mengenai Environmental Social Governance (ESG) pada Juli 2023.

Keputusannya untuk berinvestasi di Sido menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek perusahaan di tengah dinamika industri jamu dana farmasi di Indonesia berkembang pesat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *