Diduga Korsleting, Bus Trans Semarang Terbakar di Gunungpati

SEMARANG[NuansaJateng] – Peristiwa terjadi armada BRT Trans Semarang terbakar di depan Klinik Indosehat Prima, Jalan Raya Manyaran-Gunungpati, Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Rabu (13/11).

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ade Bhakti Ariawan mengatakan pada pukul 09.18 WIB ada laporan yang masuk ke call center dan petugas langsung menindaklanjutinya.

“Pukul 09.18 WIB tadi ada laporan masuk dan langsung ditindaklanjuti oleh tim lalu diluncurkan unit terdekat Pos Gunungpati dan dibackup 1 unit tambahan dari mako induk madukoro,” ujar Ade.

Ade menuturkan, saat armada Damkar dari Pos Gunungpati sampai dilokasi yakni tujuh menit setelah adanya laporan masuk, masyarakat sekitar sudah menyemprotkan air ke armada Trans Semarang yang terbakar.

“Petugas kami datang sudah dilakukan penyempitan menggunakan APAR dari klinik di mana BRT terbakar di depan jalannya,” tuturnya.

Kondisi armada Trans Semarang, lanjutnya, saat petugas Damkar sampai lokasi, api sudah menjalar hingga separuh badan bus hingga ke jok tengah sedikit ke belakang. Sedangkan bagian ban depan kanan sudah terbakar. Namun kedua ban belakang masih aman.

Pemadaman berlangsung kurang dari 20 menit dan dilanjutkan dengan pendinginan dan pembersihan solar yang tumpah di jalan sekitar armada Trans Semarang.

“Unit Damkar meninggalkan lokasi satu jam kemudian setelah tiba di TKP. Dari temuan pemutar di lapangan APAR di dalam bus belum sempat digunakan dan ikut hangus terbakar,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangan, penyebab kebakaran, korban hingga kerugian belum dapat diketahui dan masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak Trans Semarang.

Kebakaran tersebut memng sempat menarik perhatian warga sekitar yang merekam peristiwa tersebut, dan beredar di sejumlah media sosial.

Dalam video yang beredar itu, menunjukkan asap tebal yang mengepul dari badan bus dan api yang melahap kendaraan tersebut.

Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo, membenarkan kebakaran tersebut. “Terbakar sekitar satu jam yang lalu,” tuturnya.

Menurutnya, kronologi kejadian awalnya bus tersebut berangkat dari RS Cepoko dengan tujuan menuju Terminal BRT Gunungpati tanpa penumpang.

Meski ada satu penumpang yang sempat berada di bus, lanjutnya, orang tersebut sudah diturunkan di halte sebelumnya, sehingga saat kebakaran terjadi, hanya sopir dan kondektur yang berada di dalam bus.

“Satu sudah diturunkan. Semua tak ada masalah. Pas kebakaran tidak ada penumpang,” ujarnya.

Dia menambahkan, dugaan awal kebakaran yang menyebabkan satu unit bus Trans itu hangus karena korsleting listrik.

Namun, untuk memastikan penyebabnya, dia menyebut tim Inafis sedang menuju lokasi kejadian untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

“Tim Inafis sedang perjalanan. Dugaan awal korsleting,” tuturnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *