Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat tampil hadiri seminar internasional di Balai Krida Poltekkes Surakarta

Akademisi China Kagumi Industri Jamu Sido Muncul

SURAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk semakin menggema di berbagai negara, kali ini pabrik Sido Muncul yang berlokasi di Bergas, Kabupaten Semarang, mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi internasional asal China.

Akademisi asal China sangat mengagumi modernisasi industri obat tradisional yang diterapkan Sido Muncul. Bahkan, seorang Profesor Joseph Jie Yu, dari University of Nottingham Ningbo China berencana mengajak pelaku industri jamu negaranya untuk belajar langsung ke Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat di hadapan para mahasiswa Jurusan Jamu Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Surakarta dalam seminar internasional yang digelar di Balai Krida Poltekkes Surakarta, Rabu (11/2).

Dalam kesempatan tersebut, Irwan berbagi pandangannya tentang strategi membangun industri jamu herbal yang kuat dan berdaya saing global.

“Tadi saya berbagi ilmu tentang jamu yang memang harus dikembangkan dengan baik dan mesti percaya bahwa alam kita lebih kaya mesti diolah dengan sungguh-sungguh dan percaya sama diri sendiri,” ujar Irwan.

Dia kemudian menceritakan kunjungan Profesor Yoseph Jie Yu dari University of Nottingham Business School China ke pabrik Sido Muncul. Menurut Irwan, profesor tersebut terkejut melihat fasilitas pengolahan jamu yang modern dan terintegrasi.

“Saya kasih contoh dari Profesor Yoseph Yu dari Nottingham University yang setelah lihat pabrik Sido Muncul, dia bilang perusahaan-perusahaan jamu di China ini harus belajar dari Sido Muncul. Ya intinya belajar dari Indonesia lah karena di sana kan kebanyakan kecil-kecil pabriknya, pabrik tradisional. Kita mesti pede, kita lebih baik, jangan sampai merasa rendah diri,” tutur Irwan.

Profesor Yoseph Jie Yu pun menyebut pabrik Sido Muncul tersebut memiliki fasilitas yang luar biasa dan sangat modern, serta mampu memadukan kearifan pengobatan herbal tradisional dengan teknologi industri berstandar tinggi.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menghadiri seminar internasional di Balai Krida Poltekkes Surakarta

Pada kunjungannya ke pabrik Sido Muncul pada pekan lalu, tutur Irwan, Profesor Joseph secara tegas menyampaikan bahwa industri herbal tradisional China perlu belajar dari Sido Muncul.

Bahkan dia menilai modernisasi menjadi kunci utama masa depan pengobatan tradisional agar mampu bersaing di tingkat global.

Profesor Joseph juga menyampaikan rencananya untuk mempromosikan Sido Muncul kepada para pelaku industri obat tradisional di China.

Dia juga berencana mendorong pelaku industri jamu di negaranya untuk berkunjung langsung ke pabrik Sido Muncul, yang dinilainya sangat tepat sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan industri pengobatan tradisional.

Irwan juga berpesan kepada para mahasiswa agar mampu memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang melimpah menjadi produk jamu berkhasiat dan bernilai ekonomi tinggi.

“Kekayaan alam yang diberikan Tuhan ini pasti ada maksudnya untuk diolah, maka itu Poltekkes ini salah satu sekolah yang menurut saya cocok lah kalau ada siswa-siswa SMA yang mau kuliah, tempat ini adalah sasaran jurusan yang tepat gitu mengolah sumber alam kita menjadi pengobatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Jamu Poltekkes Surakarta Indri Kusuma Dewi menuturkan, jurusan D3 Jamu di Poltekkes Surakarta merupakan satu-satunya jurusan jamu yang ada di Indonesia.

“Hanya satu-satunya di Indonesia dan dunia jurusan jamu jadi memang kita concern ke pengobatan menggunakan ramuan,” tuturnya.

Menurutnya, Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah Brasil dalam hal kekayaan tanaman obat. Karena itu, potensi tersebut dinilai harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau nggak dirawat kan eman sekali. Setiap tanaman itu mempunyai senyawa aktif dan luar biasa sekali untuk mengatasi gangguan penyakit sehingga secara tidak langsung selain preventif, promotif dan juga bisa kuratifnya sebetulnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *