Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M Noor Nugroho

Perekonomian Jateng Triwulan II-2026 Tetap Tumbuh Positif

SEMARANG[NuansaJateng] – Perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan II-2026 tetap tumbuh, seiring kinerja menunjukkan yang solid dengan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta meningkatnya aktivitas industri pengolahan dan perdagangan.

Di sisi lain, pendorong aktivitas ekonomi di Jawa Tengah juga adanya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha dan libur panjang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho mengatakan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama berasal dari Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi.

Sementara dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ditopang oleh sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan.

“Konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Di sisi lain, industri pengolahan dan perdagangan memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan aktivitas ekonomi daerah,” ujar Noor Nugroho dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8).

Konsumsi Rumah Tangga yang memiliki pangsa terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yakni mencapai 59,73%, masih mencatat pertumbuhan sebesar 4,31% secara tahunan (year on year/yoy).

Meski lebih rendah dibandingkan Triwulan I- 2026 yang mencapai 5,08% (yoy), konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Noor Nugroho menambahkan, konsumsi rumah tangga didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama perayaan Idul Adha 2026 serta libur panjang. Optimisme masyarakat juga masih tinggi, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah pada Triwulan II-2026 yang tetap berada di zona optimistis.

Investasi juga menjadi penopang utama ekonomi Jawa Tengah. Pada Triwulan II-2026, PMTB tumbuh sebesar 8,84% (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 9,61% (yoy).

Meski demikian, realisasi investasi terus meningkat dari Rp23,73 triliun pada Triwulan II-2025 menjadi Rp25,53 triliun pada periode yang sama 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh pembangunan kawasan industri serta keberlanjutan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Tengah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah juga tetap mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 15,69% (yoy), meski lebih rendah dibandingkan Triwulan I-2026 yang mencapai 19,39% (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.

Dari sisi lapangan usaha, Industri Pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB Jawa Tengah dengan pangsa mencapai 33,18%. Pada Triwulan II-2026, sektor ini tumbuh 5,03% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,04% (yoy).

Peningkatan kinerja industri terutama didorong oleh melonjaknya ekspor barang industri yang tumbuh hingga 41,26% (yoy). Komoditas unggulan seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), furnitur kayu, alas kaki, serta produk makanan menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekspor.

Perbaikan kinerja industri juga tercermin dari meningkatnya Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Industri Pengolahan berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia pada Triwulan II-2026.

Sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Lapangan Usaha Perdagangan tumbuh sebesar 7,52% (yoy), meningkat dari 5,22% (yoy) pada Triwulan I-2026.

Pertumbuhan perdagangan didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama Idul Adha dan libur panjang. Mobilitas masyarakat tercatat meningkat 5,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) menjadi salah satu lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi. Pada Triwulan II-2026, sektor ini tumbuh sebesar 12,80% (yoy), meski sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 14,14% (yoy).

Kinerja sektor akomodasi dan makan-minum tetap terjaga berkat meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan masyarakat selama Idul Adha, libur panjang, serta berlanjutnya pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang turut mendorong permintaan jasa perhotelan dan kuliner.

Bank Indonesia menilai fundamental perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan II-2026 masih kuat. Dukungan konsumsi masyarakat, peningkatan investasi, ekspor industri yang terus membaik, serta aktivitas perdagangan dan sektor jasa menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada semester kedua 2026. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *