Seni Mampu Bangkitkan Semangat Patriotisme dan Nasionalisme Bangsa
SEMARANG[NuansaJateng] – Seni memiliki kekuatan untuk membangkitkan semangat patriotisme, nasionalisme dan persatuan sebuah bangsa, bahkan dapat juga untuk membangun kekuatan politik yang mampu menggerakkan massa untuk mewujudkan cita-cita.
Seniman dan budayawan muslim KH Drs Ahmad Niam Syukri MSi mengatakan di tangan politisi yang memahami nilai-nilai seni, bidang ini dapat dimanfaatkan untuk membangun dan membangkitkan sekaligus mempengaruhi opini publik.
“Contohnya Umi Kulsum, yang menekuni seni tarik suara, popularitasnya muncul bersamaan dengan menghangatnya konflik Arab – Israel beberapa puluh tahun silam, penyanyi legendaris Mesir ini dari panggung konser musik mampu membangkitkan semangat patriotisme bangsa Arab untuk melawan Israel,” ujar kiai Niam dalam seminar bertajuk Apresiasi Seni Budaya Islami Sebagai Pemersatu Umat yang diselenggarakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Senin (30/6).
Menurutnya, penyanyi legendaris yang menyandang mahkota sebagai Bintang Timur Perekat Bangsa Arab ini, syair-syairnya dapat menggugah semangat patriotisme masyarakat Arab untuk bersatu melawan agresi Israel di kawasan Timur Tengah.
Kenapa bisa demikian, lanjutnya, karena pimpinan Arab saat itu mampu membaca peluang politik suara emas Umi Kulsum yang melantunkan syair-syair indahnya memiliki daya tarik seperti magnit yang mampu membangunkan sikap cinta tanah air dan bangsa Arab.
Dia menambahkan, dengan kata lain seni pertunjukkan jika diorganisir secara bagus akan dapat membangun dan membangkitkan semangat partisipasi serta kebersamaan penonton melalui mata, telinga, akal, perasaan dan bahkan seluruh anggota tubuhnya.
Bersamaan dengan itu, lanjutnya, pertunjukan seni seperti konser Umi Kulsum itu tidak kehilangan bobot nilai-nilai hiburannya yang dapat memuaskan perasaan penonton, panggung hiburan konser tidak hanya menjadi tontonan saja, tetapi sekaligus menjadi tuntunan masyarakat .
Sebelum seminar yang dilaksanakan di aula Kanwil Kemenag Jateng ini digelar
Festival Senibudaya Islam dan Final Lomba Qasidah Kolaborasi. Setelah melalui penilaian juri final lomba ini, Grup Qosidah El Maghris MA Sholahudin dari Kabupaten Demak ditetapkan sebagai pemenang pertama.
Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih grup Qosidah Sultan Music Mandama (Kabupaten Magelang) dan Sekar Harmoni Bumi Kartini (Kabupaten Jepara). Para pemenang selain mendapatkan piala kejuaraan juga uang pembinaan.
Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Jateng, Imam Buchori SAg saat menutup kegiatan Festival Senibudaya Islam, Final Lomba Qosidah Kolaborasi, Seminar dan Pameran tingkat provinsi Jateng 2025 mengatakan pemenang pertama lomba qasidah akan dikirim ke lomba yang sama tingkat nasional.
“Kami berharap pemenang pertama yang akan mewakili Jateng pada event tingkat nasional nanti mulai sekarang harus terus berlatih, jangan sampai pada saat tampil di tingkat nasional nanti justru penampilannya tidak maksimal,” tuturnya.
