Sido Muncul Gandeng IDI Dorong Kemajuan Teknologi Buktikan Khasiat Jamu

DEPOK[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta di RSU Bunda Margonda Depok menggelar seminar kesehatan pemanfaatan obat tradisional, di  RSU Bunda Margonda, Depok, Sabtu (8/2).

Seminar yang mengusung tema “Peran Dokter pada Transformasi Jamu dalam Dunia Kedokteran sebagai Jembatan Menuju Kesehatan Holistik di Era Modern” itu, diikuti oleh 100 peserta dari kalangan dokter secara luring dan daring.

Seminar yang dihadiri dari kalangan kedokteran ini, menghadirkan lima narasumber selain Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat, juga dr Yuliandi MKes dan Mia Permawati SFarm Apt M Farm, dr Resna Murti Wibowo Sp PD FINASIM Mkes CH CHT dan dr Hardhi Pranata Sp N MARS.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk upaya untuk mengurangi obat-obatan impor. Apalagi, Indonesia dikenal dengan kekayaan sumber daya alam hayati yang melimpah.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap jamu semakin meningkat, didorong oleh kemajuan teknologi dan penelitian yang membuktikan khasiat dan keamanannya. Tren ini diperkuat oleh kesadaran akan kesehatan alami, dampak negatif obat kimia, serta dukungan dari pemerintah.

“Kemajuan penelitian telah membuktikan khasiat jamu, sehingga masyarakat semakin percaya dengan manfaatnya. Dengan adanya bukti ilmiah, jamu kini bisa menjadi bagian dari pengobatan yang lebih luas dan diterima oleh dunia medis,” ujar Irwan.

Irwan menambahkan, jamu memiliki kandungan fitokimia yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan peradangan, dan mengatasi berbagai penyakit kronis. Hal ini membuka peluang besar bagi jamu untuk digunakan sebagai terapi pendamping dalam dunia kedokteran modern.

“Kami ingin memastikan bahwa jamu tidak hanya dianggap sebagai obat tradisional, tetapi juga sebagai solusi kesehatan berbasis penelitian ilmiah,” tutur Irwan.

Minat masyarakat terhadap jamu semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, seperti kesadaran akan pentingnya kesehatan alami, efek samping obat-obatan kimia dan dukungan pemerintah. Pandemi Covid-19 juga turut mempercepat tren ini karena masyarakat mencari cara untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, kemajuan teknologi dan penelitian telah membuktikan khasiat dan keamanan
sejumlah jenis jamu, sehingga semakin banyak orang yang percaya pada manfaatnya.
Ketersediaan produk jamu yang beragam dan mudah diakses, serta kampanye promosi melalui media sosial, juga turut berkontribusi pada peningkatan minat tersebut.

Kandungan fitokimia dalam jamu memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari
meningkatkan sistem imun, meredakan peradangan, sehingga membantu mengatasi berbagai penyakit kronis.

Selain itu, jamu juga dapat digunakan sebagai pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan secara umum. Dengan dukungan penelitian ilmiah yang semakin berkembang, potensi jamu untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan modern semakin terbuka lebar.

Hal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga
berpotensi meningkatkan perekonomian nasional melalui pengembangan industri jamu yang berkelanjutan.

Acara ini juga didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Depok, dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman dokter mengenai khasiat, keamanan, dan cara penggunaan jamu secara medis.

Selain seminar, Sido Muncul juga meresmikan Gerai Sehat Sido Muncul di RSU Bunda Margonda Depok, sebagai bagian dari inovasi memperkenalkan jamu kepada masyarakat dan tenaga medis.

Gerai ini merupakan yang ke-9, setelah sebelumnya dibuka di beberapa rumah sakit lainnya meliputi RS Panti Wilasa Semarang, RSUD Bung Karno Solo, RS Ari Canti Ubud Gianyar Bali, RS Islam Jakarta Cempaka Putih, RS Unggul Karsa Medika Bandung, dan lainnya.

“Kami ingin menghadirkan jamu di rumah sakit secara resmi, agar pasien memiliki pilihan pengobatan alternatif yang berbasis ilmiah,” ujar Irwan.

Dengan semakin berkembangnya industri jamu berbasis riset, Sido Muncul berharap jamu dapat diterima lebih luas dalam sistem layanan kesehatan formal. Produk jamu yang tersedia di Gerai Sehat telah melalui berbagai tahapan uji klinis dan memiliki standar kualitas tinggi agar dapat digunakan sebagai pendamping pengobatan medis.

“Lewat kolaborasi ini, kami ingin agar jamu sebagai kekayaan alam Indonesia bisa semakin diterima oleh masyarakat dan dunia medis,” tutur Irwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *