Wapres Gibran Rakabuming Raka Silaturahmi Ke MUI Jateng
SEMARANG[NuansaJateng] – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bersilaturahmi dengan para kiai pengurus Majlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah disela melakukan kunjungan kerja di Semarang, Jum’at (13/12).
Wapres tiba di Gedung Prof Dr KH MA Sahal Mahfudh (kantor MUI Jateng) disambut Ketua Umum MUI Jateng KH Dr Ahmad Darodji MSi dan langsung mengadakan pertemuan dengan sejumlah kiai. Dalam pertemuan itu wapres menerima berbagai masukan dari beberapa kiai sebelum menunaikan sholat Jum’at di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Jateng
Ketua umum MUI Jateng KH Dr Ahmad Darodji MSi mengatakan dalam pertemuan menjelang sholat Jum’at itu beberapa kiai pengurus MUI Jateng menyampaikan masukan kepada Wapres
“Alhamdulillah, meskipun waktu pertemuan tidak lama namun sejumlah masukan penting berhasil kami sampaikan kepada Wapres,” ujar kiai Darodji di Gedung Prof Dr KHMA Sahal Mahfudh usai pertemuan itu.
Wapres Gibran yang mengenakan batik berwarna biru tiba di kantor MUI didampingi sejumlah pejabat di antaranya Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Usai silaturahmi di MUI Jateng Gibran langsung menuju MRB Jateng untuk menunaikan sholat Jum’at yang dipimpin KH Ulil Abshor Al Hafidz sebagai imam, sedangkan bertindak sebagai khatib adalah Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerja sama YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jateng Prof Dr Imam Yahya MA.
Prof Imam Yahya yang juga guru besar UIN Walisongo menyampaikan khutbah Jum’at dengan mengusung tema Mitigasi Bencana. Usai shalat Jumat, Wapres menghadiri Apel Kesiapsiagaan dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB) 2024 di Semarang. Kegiatan yang berlangsung Lapangan Simpang Lima Semarang pada 13-14 Desember 2024 dihadiri oleh 5.000 peserta.
Ketua Baznas RI Prof KH Noor Achmad menuturkan, apel kesiapsiagaan itu sekaligus juga memperlihatkan bahwa Baznas selama ini telah mengabdikan diri untuk membantu masyarakat terhadap mereka yang terkena bencana.
“Kami ingin melibatkan semua komponen masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan akan banyak orang yang berpartisipasi, berempati, bersimpati terhadap saudara-saudara yang terkena bencana dari unsur-unsur keagamaan yang dikoordinasikan oleh Baznas RI,” tuturnya.
