Pertamina Hadirkan Solusi Inovatif Bagi Nelayan Segara Anakan

CILACAP[NuansaJateng] – Integrated Terminal Cilacap PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) bersama Politeknik Negeri Cilacap mengembangkan inovasi melalui kerja sama riset dan pengembangan Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL),

Inovasi itu sebagai upaya memberikan solusi permasalahan masyarakat dan lingkungan di Kelurahan Kutawaru, Kabupaten Cilacap.

Inovasi yang diberikan berupa Alat Sensor Pemilah Ikan dan Sampah Terintegrasi (SENOPATI), Segara Anakan Ikan Rucah High-Protein Eco Pellets (SEGA RAHARJA) dan Pendingin Rumah Lebah Madu Klanceng.

Turut hadir dalam kegiatan ini Integrated Terminal (IT) Manager IT Cilacap PT Pertamina Patra Niaga JBT, Ahmad Delfhin Ananta, Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Sutirno & Ety Palupi, Pemerintah Kelurahan Kutawaru, Walyati, Kelompok Nelayan Sembir serta Kelompok Sida Asih.

Integrated Terminal Manager IT Cilacap, Ahmad Delfhin Ananta menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Cilacap dalam pelaksanaan program TJSL PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Cilacap.

“Kami berterima kasih kepada Politeknik telah bekerja sama dengan kami dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Kelurahan Kutawaru, terutama permasalahan sampah. Sebelumnya sampah menjadi isu utama pada kelompok nelayan, karena hasil tangkapan laut tercampur dengan sampah laut. Sehingga menurunkan kualitas hasil tangkapan laut dan memakan banyak waktu untuk pemilahan sampah secara manual. Adanya kerja sama ini dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut serta dapat diaplikasikan pada TJSL yang lainnya di Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah,” ujar Ahmad Delfhin.

Program inovasi ini bagian dari Program Inovasi Sosial Pemberdayaan Ekonomi Pesisir Segara Anakan Kutawaru Cilacap (PEPES SEGA K-CAP) yang merupakan program TJSL IT Cilacap di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. PEPES SEGA K-CAP ini merupakan pengembangan dari program Konservasi Mangrove Jagapati (SIMANJA) yang telah dijalankan sejak 2019.

Kegiatan peresmian dilakukan di lokasi Wisata SIMANJA dengan serah terima secara simbolis dan dilanjutkan demo penggunaan alat di pusat kegiatan Kelompok Nelayan Sembir di Pesisir Segara Anakan.

Direktur Politeknik Negeri Cilacap, Riyadi Purwanto turut senang atas terjalinnya kolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dalam menjalankan berbagai Program TJSL.

“Sinergi Integrated Terminal Cilacap PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dengan Politeknik Negeri Cilacap juga sejalan dengan Tri Darma Perguruan Tinggi. Terima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan semoga inovasi ini dapat bermanfaat bagi warga dan mempermudah nelayan dalam aktivitasnya,” tutur Riyadi.

Riyadi menambahkan, terdapat 3 inovasi yang dihasilkan dalam kolaborasi ini. Diantaranya adalah rumah lebah klanceng yang merupakan alat untuk mendinginkan suhu pada area rumah lebah yang ramah lingkungan karena menggunakan sistem pendingin berbahan bakar solar sel.

Selanjutnya, SEGA RAHARJA yang merupakan inovasi mesin pelet ikan rucah yang efisien karena menggunakan energi dari gas yang hemat energi. Selain itu, terdapat SENOPATI yang merupakan alat sensor pemilah ikan dan sampah terintegrasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sehingga proses pemilahan menjadi lebih cepat dan efisien.

Dalam kesempatan terpisah, Area Manager Communications, Relation and CSR Regional Jawa Bagian tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho berharap, kolaborasi ini dapat berdampak positif terhadap masyarakat sekitar.

“Semoga dengan kolaborasi ini semakin meningkatkan efisiensi bagi nelayan sehingga tercipta kesejahteraan bagi masyarakat khususnya warga di sekitar wilayah perusahaan,” ujar Brasto. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *