FKUB se-Jateng Ajak Umat Beragama Wujudkan Pilkada Bermartabat

SEMARANG[NuansaJateng] – Para tokoh lintas agama se-Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mendukung terlaksananya Pilkada di Jawa Tengah 2024 yang aman, damai, jujur, adil dan bermartabat.

Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah Prof Dr KH Imam Yahya MAg mengatakan dukungan agar pilkada yang dijadwalkan akan berlangsung secara serentak November mendatang itu, salah satunya diwujudkan dengan berperan aktif mendukung jalannya pesta demokrasi agar berlangsung dalam suasana aman, damai , jujur adil, dan bermartabat.

“Pesan memilih kepala daerah pasangan gubernur bersama wakilnya dan bupati/walikota bersama wakilnya dengan aman, damai, jujur, adil dan bermartabat itu tertuang dalam salah satu poin dari lima poin pernyataan sikap pengurus FKUB Jateng bersama FKUB Kabupaten/Kota se-Jateng,” ujar KH Imam Yahya.

Pernyataan sikap itu disampaikan disela Rapat Koordinasi Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Jawa Tengah di Hotel Griya Persada Bandungan Kabupaten Semarang, Senin – Selasa (23-24/9).

Menurutnya, pesan pesta demokrasi aman, damai, jujur dan adil yang digulirkan para pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu merupakan salah satu bentuk ikhtiyar dan partisipasi dalam membimbing dan mengarahkan umat beragama agar mengikuti proses demokrasi dengan baik.

Dengan demikian, lanjutnya, Pilkada serentak di Jateng dapat berlangsung dengan lancar dan sukses baik dari sisi proses maupun hasil, sehingga paska Pilkada dapat kembali bersama-sama membangun bangsa.

Dia menambahkan, empat poin pesan lainnya meliputi penegasan sikap dan tekad mewujudkan kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selanjutnya, menguatkan komitmen kebangsaan para tokoh agama dan umat untuk bersama-sama melaksanakan etika kehidupan keagamaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dan mengajak seluruh peserta Pemilu dan pendukung agar tidak menggunakan politisasi agama, yakni menggunakan agama sebagai alat politik dan politik uang.

Sedang poin terakhir berupa himbauan kepada seluruh tokoh-tokoh agama di Jawa Tengah agar membantu aparat keamanan untuk melakukan upaya persuasif kepada anak-anak kita yang terlibat kelompok-kelompok gentre, agar kembali menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.

Sekretaris FKUB Jateng KH Dr Multazam Ahmad MA menuturkan, lima poin pernyataan sikap ini selanjutnya akan disosialisasikan oleh para agawaman kepada umat beragama yang dibimbingnya.

“Melalui sentuhan semangat keagamaan diharapkan warga masyarakat dapat memanfaatkan pesta demokrasi ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *